Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Jadwal Musim Kemarau 2025, BMKG Banyuwangi: Dimulai Bulan Ini, Puncaknya Bulan Agustus

Agung Sedana • Senin, 14 April 2025 | 10:00 WIB
PREDIKSI CUACA: Prakirawan BMKG Banyuwangi Ibnu Haryo memperlihatkan peta satelit kemarau di kawasan Jawa Timur, Minggu (13/4).
PREDIKSI CUACA: Prakirawan BMKG Banyuwangi Ibnu Haryo memperlihatkan peta satelit kemarau di kawasan Jawa Timur, Minggu (13/4).

RADARBANYUWANGI.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Banyuwangi memprediksi bahwa sebagian besar wilayah Banyuwangi akan memasuki musim kemarau pada bulan Mei 2025.

Puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada bulan Agustus, dengan potensi curah hujan yang cukup minim.

Prakirawan Ibnu Haryo mengatakan, berdasarkan rilis BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Timur, dari 74 Zona Musim (ZOM) di provinsi ini, sebanyak 38 ZOM (51,4 persen) diperkirakan akan memasuki musim kemarau pada April 2025, termasuk wilayah Banyuwangi.

”Sebagian wilayah Banyuwangi diprediksi memasuki kemarau mulai April ini. Sebagian mengikuti mulai Mei. Puncaknya pada Agustus,” kata Ibnu kepada wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi, Minggu (13/4).

Adapun wilayah yang memasuki kemarau dasarian I–III April meliputi Bangorejo, Banyuwangi, Blimbingsari, Cluring, Gambiran, Giri, Glagah, Kabat, Muncar, Pesanggaran, Purwoharjo, Rogojampi, Siliragung, Singojuruh, Srono, Tegaldlimo, Tegalsari, dan Wongsorejo. 

Sementara untuk dasarian I–III Mei, beberapa kecamatan diprediksi mulai mengikuti kemarau panjang. Yakni meliputi Genteng, Glenmore, Kalibaru, Kalipuro, Licin, Sempu dan Songgon.

”Dasarian adalah satuan waktu meteorologi yang lamanya 10 hari, dibagi menjadi tiga dasarian dalam satu bulan,” jelas Ibnu.

Ibnu menyampaikan bahwa curah hujan selama musim kemarau di sebagian besar wilayah Banyuwangi akan berada dalam kategori normal.

Namun, masyarakat tetap diimbau untuk mewaspadai dampak kekeringan serta fenomena iklim global seperti El Nino dan Indian Ocean Dipole (IOD) yang saat ini masih berada dalam fase netral.

Sebagai antisipasi, BMKG memberikan sejumlah rekomendasi strategis lintas sektor untuk menghadapi musim kemarau 2025.

Untuk sektor pangan dan perkebunan, disarankan agar petani melakukan penyesuaian jadwal tanam dan pemilihan komoditas, khususnya di daerah yang diprediksi akan mengalami kemarau lebih awal atau lebih panjang.

”Estimasi ini kami harapkan bisa dijadiin referensi untuk petani agar menyesuaikan dengan musim tanam,” jelas Ibnu.

Selanjutnya di sektor kebencanaan, perhatian ditujukan pada potensi kebakaran hutan dan lahan di wilayah dengan curah hujan di bawah normal serta historis memiliki tingkat kekeringan tinggi.

Sementara itu, sektor lingkungan diimbau mengantisipasi memburuknya kualitas udara dan kenyamanan akibat meningkatnya suhu udara dan kelembapan selama periode kemarau.

Sektor sumber daya air turut diminta mengoptimalkan penggunaan sumber air alternatif serta memastikan distribusi air berjalan efektif untuk mencukupi kebutuhan masyarakat selama musim kering.

Dengan segala potensi dampak yang mungkin terjadi, masyarakat diharapkan tidak hanya waspada, tetapi juga aktif melakukan penyesuaian serta mitigasi sejak dini.

”Mitigasi di segala sektoral ini sangat penting, utamanya di daerah-daerah yang diprediksi akan mengalami kemarau berkepanjangan,” tandas Ibnu. (cw4/aif/c1)

Editor : Ali Sodiqin
#puncak kemarau #prakiraan cuaca #bmkg #2025 #banyuwangi #agustus #musim kemarau #april