BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi –Perkembangan zaman yang semakin canggih kian meningkatkan peluang terjadinya kejahatan siber (cybercrime). Bahkan, tidak jarang data pribadi seseorang berhasil dicuri hanya gara-gara mengklik tautan (link) pada pesan yang dikirim oknum tidak bertanggung jawab.
Salah satu kejahatan siber yang kerap terjadi adalah SIM swap. Pelaku mengambil alih SIM card korban untuk mengakses akun perbankan dan melakukan transaksi ilegal. Caranya dengan dengan mengganti SIM card korban dengan SIM card baru yang diaktifkan dengan nomor telepon korban.
Nah, melalui kegiatan Pondok Ramadan yang digelar di SMPN 3 Banyuwangi kemarin (20/3), tim Jawa Pos Radar Banyuwangi (JP-RaBa) memberikan pemahaman tenyang cybercrime kepada ratusan siswa. Melalui materi bertajuk ”Waspada Cyber Crime”, wartawan JP-RaBa Bagus Rio mengajak para siswa menghindari kejahatan siber.
Rio mengatakan, kejahatan siber menjadi ancaman nyata yang sering kali terjadi. Perkembangan teknologi mempermudah para pelaku kejahatan memperdaya korban. ”Perkembangan teknologi ini tidak dapat dihindari. Maka, kita harus bisa melakukan upaya pencegahan agar tidak sampai menjadi korban kejahatan siber,” ujarnya.
Sementara itu, selain pembekalan materi dari kru JP-RaBa, para siswa SMPN 3 Banyuwangi juga mendengar ceramah tentang bahaya narkoba dari Juara 1 Lomba Dai Cilik Polresta Banyuwangi Ahmad Aqil Wamiq Billah asal MTs Miftahul Huda.
Kepala SMP 3 Negeri Banyuwangi Holilik mengatakan, Pondok Ramadan bersama JP-RaBa kemarin sangat spesial. Melalui materi yang disampaikan kru JP-RaBa, para siswa dapat mengetahui kiat-kiat menghindari kejahatan siber. ”Sehingga, anak-anak bisa lebih memahami dan berhati-hati dalam menggunakan media sosial atau pun gadget,” kata dia.
Holilik menambahkan, pihaknya juga berterima kasih kepada Dai Cilik Duta Bahaya Narkoba Polresta Banyuwangi yang sudah berbagi ilmu kepada sebayanya. ”Kami berharap anak-anak kami bisa mengambil kelebihan-kelebihan dan manfaat dari materi yang disampaikan untuk menjadi bekal mereka dalam kehidupan sehari-hari,” harapnya. (rio/sgt/c1)
Editor : Sigit Hariyadi