Ya, selain mendapat bekal agama, para peserta Pondok Ramadan mendapat materi bijak bermedia sosial. Tidak hanya itu, para siswa SMPN 2 Banyuwangi juga mendapat pembekalan tentang bahaya narkoba dari Juara 1 Kategori SMP/MTs Lomba Dai Cilik 2025 yang digelar Polresta Banyuwangi dan JP-RaBa, yakni Ahmad Aqil Wamiq Billah asal MTs Miftahul Huda.
Materi bijak bermedia sosial disampaikan wartawan JP-RaBa Agung Sedana. Agung menyampaikan konsep 5 ”rukun” bermedia sosial. Rukun pertama yakni syahadat digital. ”Aku bersaksi bahwa media sosial adalah alat, bukan tujuan, dan aku bersaksi bahwa kebijaksanaan, etika, dan empati adalah pedomanku dalam menggunakan media sosial,” ucap Agung yang selanjutnya diikuti ratusan murid.
Rukun kedua yaitu saring dan sharing. Murid dijelaskan pentingnya menyaring dahulu setiap informasi atau berita yang muncul dalam tautan suatu posting-an. Para murid diminta untuk membudayakan baca sebelum membagikan begitu postingan tersebut.
Rukun ketiga yakni puasa konten negatif. Para murid diajarkan dan diajak untuk menahan diri dari menulis ujaran kebencian, nyinyir, toxic behavior alias perilaku yang dapat menimbulkan dampak negatif kepada orang lain, komentar provokasi, dan posting-an yang merugikan.
”Rukun keempat adalah ’zakat’. Di mana kita harus membagikan ilmu, memotivasi, dan menyumbangkan hal-hal positif agar media sosial menjadi ladang kebaikan bagi banyak orang,” kata Agung.
Terakhir, rukun kelima yakni ”berhaji” ke dunia nyata. Ini berarti sebagai pengguna media sosial hendaknya tidak terlalu larut dan nyaman menjelajahi hingga lupa waktu. Para murid didorong agar sudi membangun hubungan di dunia nyata, pergi ke masjid, bersosialisasi dengan tetangga dan tidak berdiam diri sepanjang waktu di dalam kamar karena asyik bermain gawai (gadget).
Kepala SMPN 2 Banyuwangi Dewi Astuti mengatakan, rukun bermedia sosial yang disampaikan adalah logika cemerlang dari seorang penulis di Radar Banyuwangi. Literasi digital yang disampaikan sangat relevan. ”Kan siswa sudah familier dengan rukun Islam dan iman, kalau materi dikemas seperti ini jadi lebih menarik dan gampang dimengerti,” katanya.
Dewi merasa bangga atas antusiasme siswa dalam mengikuti materi ini. Dia berharap, media sosial dapat dimanfaatkan pelajar SMPN 2 Banyuwangi untuk hal positif bagi khalayak luas. ”Antusiasme siswa luar biasa. Ya kami berharap anak-anak lebih bijak bermain media sosial, lebih-lebih bisa memanfaatkan untuk memproduksi konten yang positif dan bermanfaat. Sesuai rukun yang tadi dijelaskan, zakat konten,” katanya. (cw4/sgt/c1)
Editor : Sigit Hariyadi