Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Pondok Ramadan SDN 1 Boyolangu, Narasumber Ingatkan Siswa Dampak Negatif Bullying terhadap Korban dan Pelaku

Bagus Rio Rohman • Jumat, 14 Maret 2025 | 02:40 WIB

 

INTERAKTIF: Para siswa SDN Boyolangu adu cepat menjawab pertanyaan dari wartawan JP-RaBa Bagus Rio pada kegiatan Pondok Ramadan kemarin (13/3).
INTERAKTIF: Para siswa SDN Boyolangu adu cepat menjawab pertanyaan dari wartawan JP-RaBa Bagus Rio pada kegiatan Pondok Ramadan kemarin (13/3).
 

 

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Maraknya kasus perundungan (bullying) terhadap para pelajar menjadi perhatian serius banyak pihak. Lintas elemen bergerak bersama untuk mencegah kasus serupa kembali terjadi di kabupaten ujung timur Pulau Jawa.

Salah satunya dilakukan Jawa Pos Radar Banyuwangi (JP-RaBa). Melalui kegiatan Pondok Ramadan yang digelar di sekolah-sekolah, tim JP-RaBa memberikan materi sekaligus mengajak siswa untuk bersama-sama mencegah perundungan. Seperti halnya pada kegiatan Pondok Ramadan di SDN 1 Boyolangu, Kecamatan Giri, kemarin (13/3).

Pemateri dari JP-RaBa Bagus Rio mengajak para pelajar SD tersebut untuk saling menghargai sesama teman. Dia juga mengingatkan bahwa perundungan bisa berdampak negatif bagi korban maupun pelaku bullying itu sendiri.

Heri Setiawan, Kepala SDN 1 Boyolanggu
Heri Setiawan, Kepala SDN 1 Boyolanggu

Rio mengatakan bahwa korban perundungan bisa mengalami gangguan mental dan sebagainya. Sedangkan pelakunya bisa berurusan dengan hukum. ”Untuk itu, mari semua saling menghargai. Mari sama-sama menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan mewujudkan program Merdeka Belajar,” ujarnya.

Rio menyebut, kasus bullying sudah menimbulkan banyak korban. Bahkan, di awal tahun 2024 lalu ada beberapa siswa SD yang menjadi korban perundungan hingga memilih mengakhiri hidup.

Sementara itu, Kepala SDN 1 Boyolangu Heri Setiawan menyebut, kegiatan Pondok Ramadan kemarin memang berbeda dengan yang biasa digelar pihak sekolah. Sebab, kemarin ada tim dari JP-RaBa yang membantu memberikan materi positif kepada siswa. Sehingga, para pelajar mendapatkan ilmu yang bermanfaat.

”Tentu materi yang disampaikan sangat menarik dan bermanfaat untuk anak-anak didik kami. Materi yang disampaikan bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari baik di sekolah, di rumah, maupun saat bermasyarakat di lingkungan tempat tinggal mereka,” terangnya.

Heri berharap, kegiatan Pondok Ramadan yang digelar bersama JP-RaBa bisa terus berlanjut agar para siswa mendapatkan materi-materi baru. ”Semoga kegiatan positif ini terus dilakukan sehingga terus bermanfaat bagi semuanya. Saya juga berharap anak-anak juga menerapkan dari materi yang telah mereka dapatkan,” harapnya. (rio/sgt/c1)

Editor : Sigit Hariyadi
#cegah bullying #Pondok Ramadan #bullying #banyuwangi #Ngabuburit