Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Efek La Nina, BMKG Peringatkan Potensi Cuaca Ekstrem dalam Sepekan di Wilayah Jawa Timur

Niklaas Andries • Senin, 16 Desember 2024 | 04:04 WIB
KURANG TEPAT: Warga menggunakan payung saat berkendara sepeda motor ketika hujan mengguyur.
KURANG TEPAT: Warga menggunakan payung saat berkendara sepeda motor ketika hujan mengguyur.

Radarbanyuwangi.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem. Dari peringatan tersebut diprediksi beberapa wilayah Jawa Timur berpotensi dilanda cuaca ekstrem.

Periode peringatan yang dikeluarkan itu berlaku pada periode 13 hingga 22 Desember 2024. BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai bencana hidrometeorologi, seperti hujan lebat, banjir, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, hingga kemungkinan hujan es.

 “Cuaca ekstrem ini dipicu oleh dinamika atmosfer yang dapat meningkatkan intensitas hujan dan kecepatan angin. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan memantau perkembangan prakiraan cuaca harian melalui kanal resmi @infobmkgjuanda,” ungkap BMKG Juanda.

Secara umum, Indonesia saat ini sedang menghadapi potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan berlangsung hingga Februari 2025.

Puncak musim hujan tahun ini diperkirakan serupa dengan tahun 2020, yang saat itu dipengaruhi oleh fenomena Cold Surge atau Seruak Dingin.

Namun, perbedaannya tahun ini adalah adanya tambahan faktor seperti Madden Julian Oscillation (MJO), La Nina lemah, serta kemunculan bibit siklon yang dapat memperkuat potensi hujan ekstrem di berbagai wilayah.

BMKG mengingatkan masyarakat, terutama yang berada di daerah rawan bencana seperti lereng bukit dan bantaran sungai, untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengambil langkah mitigasi lebih awal. (*)

Editor : Niklaas Andries
#bibit siklon #potensi hujan #indonesia #Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika #jawa timur #bmkg #cuaca ekstrem #La Nina #Efek #MJO