Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

BKPRMI Kenalkan Metode BCM kepada 350 Guru Pengajar

Sigit Hariyadi • Selasa, 8 Oktober 2024 | 02:24 WIB
LPPD-SDM DPD BKPRMI Banyuwangi beserta 350 peserta pelatihan BCM di Masjid Hijau Baitullah, Kelurahan Kebalenan, Banyuwangi, Minggu (6/10).
LPPD-SDM DPD BKPRMI Banyuwangi beserta 350 peserta pelatihan BCM di Masjid Hijau Baitullah, Kelurahan Kebalenan, Banyuwangi, Minggu (6/10).

RadarBanyuwangi.id - Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Dakwah & Sumber Daya Manusia (LPPD-SDM) DPD Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Banyuwangi mengadakan kegiatan mengajar anak dengan memanfaatkan metode BCM (Bermain, Cerita, dan Menyanyi). 

Kegiatan tersebut digelar pada Minggu (6/10) di Masjid Hijau Baitullah, Kebalenan, Kecamatan Banyuwangi. Kegiatan tersebut diikuti oleh 350 ustad/ustadah dari TPA/TPQ se-Kabupaten Banyuwangi. 

Narasumber yang dihadirkan adalah juru kisah nasional asal Jogjakarta, Ustad H Wuntat Wawan Sumbodo SAg.

Ketua panitia H Achmad Zakaria mengatakan, anak-anak memiliki dunia yang berbeda dengan orang tuanya. Maka, diperlukan metode khusus untuk menciptakan ruang belajar yang menyenangkan. 

”Salah satunya dengan metode BCM. Sehingga, anak-anak bisa belajar dengan menyenangkan dan tidak membosankan,” ujar pengasuh Ponpes Safinda ini.

Ketua Umum DPD BKPRMI Kabupaten Banyuwangi Achmad Sururuddin SE MSi mengatakan, tugas guru/ustad adalah membantu anak belajar dengan cara memanfaatkan situasi dan kondisi lingkungan sehingga murid/santri dapat belajar dengan mudah. 

”LPPD-SDM mempunyai rencana untuk membuat wadah guru mengaji yang ahli berkisah untuk anak, gerakan 1 desa 1 guru ngaji yang bisa berkisah,” ujarnya.

Dalam paparannya, Ustad Wuntat mengatakan bahwa belajar nyaman dan menyenangkan salah satunya dengan permainan. 

Sebab, permainan dapat membangun kreativitas anak, sekaligus sebagai sarana mengenalkan lingkungannya.

Selain mengajak bermain dengan game mendidik, cara lain adalah dengan bercerita. Bercerita dapat dijadikan rujukan sekaligus nilai teladan bagi anak-anak. 

Setelah anak merasa senang dan cocok dengan gurunya, di situlah mulai proses mentransfer ilmu dilakukan dengan baik. 

Sebab jika seorang anak yang kurang mengenal gurunya, akan sulit untuk menerima pelajaran dari sang guru.

Cerita mempunyai fungsi antara lain sebagai sarana kontak batin antara ustad/ustadah, sebagai media penyampaian pesan/ nilai-nilai agama. 

Selain itu juga untuk membantu proses identifikasi diri atau perbuatan dan memperkaya pengalaman batin.

Ustad Wuntat menyampaikan bagaimana cara bercerita dengan baik. Di antaranya harus dilakukan secara total, satukan perhatian anak, visualisasi gerak/peragaan (akting), ekspresif, ilustrasi suara, menyanyi, serta humor.

Ustad asal Jogjakarta ini berpesan kepada 350 peserta pelatihan BCM untuk menciptakan suasana belajar yang bergembira dalam mengajar. Sehingga, kita dapat menjadi pendidik yang dicintai murid-murid kita. (*/sgt/c1)

Editor : Lugas Rumpakaadi
#dpd #lppd #BKPRMI #banyuwangi #sdm