Alutsista milik negeri adidaya tersebut didatangkan dalam rangka Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Multi Nasional Super Garuda Shield (SGS) 2024. Begitu kapal merapat di dermaga Tanjung Wangi, satu per satu kendaraan militer diturunkan.
Helikopter tempur juga diturunkan dari geladak kapal yang memiliki panjang 228,5 meter dan lebar 32,26 meter tersebut.
Danlanal Banyuwangi Letkol Laut (P) Hafidz turun langsung mengamankan proses pembongkaran alutsista. Latgabma SGS akan berlangsung pada akhir Agustus hingga awal September mendatang.
”Kegiatan itu merupakan latihan militer multilateral yang digelar rutin tiap tahun oleh TNI bekerja sama dengan Angkatan Bersenjata Amerika Serikat serta beberapa pasukan dari negara sahabat,” kata Hafidz.
Untuk mendukung kelancaran dan keamanan proses debarkasi material US Army tersebut, Danlanal mengerahkan prajurit Lanal Banyuwangi beserta unsur Patroli Keamanan Laut (Patkamla) KAL Rajegwesi II-5-40, KAL Sembulungan II-5-42, RHIB, dan RBB.
”Kami melaksanakan pengamanan di area dermaga Tanjung Wangi dari H-1 hingga selesai kegiatan,” imbuh Hafidz.
Begitu turun dari kapal, beberapa kendaraan tempur kemarin (13/8) melintas di tengah kota Banyuwangi. Kendaraan-kendaraan tersebut berangkat menuju Batalyon 515 yang terletak di Desa Pakistaji, Kecamatan Kabat.
”Kami hanya memonitor kendaraan-kendaraan tempur Amerika. Sebagian alutsista bergeser ke Batalyon 515,” kata Dandim 0825 Letkol (Arh) Joko Sukoyo.
Kapal kargo MV Cape Hudson yang menurunkan kendaraan tempur milik Amerika dijadwalkan tiba secara bertahap di Pelabuhan Tanjung Wangi. Kasi Lalu Lintas Angkutan Laut dan Usaha Kepelabuhanan KSOP Tanjung Wangi Budi Sanjoyo mengatakan, kapal kargo tersebut sudah beberapa kali menurunkan kendaraan tempur.
”Jadi, tidak sekali datang karena harus membawa beberapa kendaraan. Setelah bongkar muatan, kapal langsung keluar wilayah NKRI sambil menunggu jadwal selanjutnya,” tandasnya. (fre/aif/c1)
Editor : Niklaas Andries