Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Cerita Korban Kebakaran di Panderejo Banyuwangi: Jerit Tangis Murid TK saat Api Melahap Rumah, Anak-Anak TK Panik, Yanto Numpang Sementara

Bagus Rio Rohman • Jumat, 9 Agustus 2024 | 06:25 WIB

TIDAK DIASURANSIKAN: Kondisi rumah di Lingkungan Kemasan, Kelurahan Panderejo yang terbakar masih dipasangi garis polisi Kamis (8/8).
TIDAK DIASURANSIKAN: Kondisi rumah di Lingkungan Kemasan, Kelurahan Panderejo yang terbakar masih dipasangi garis polisi Kamis (8/8).
Radarbanyuwangi.id - Insiden kebakaran yang terjadi di Lingkungan Kemasan, Kelurahan Panderejo, pada Rabu lalu (7/8) masih menyisakan kepedihan.

Bagaimana tidak, pemilik rumah meminta pengontrak bertanggung jawab atas insiden kebakaran di siang bolong tersebut. Anak-anak yang sedang belajar di TK Khadijah 4 juga masih trauma.

Garis polisi warna kuning masih terpasang di area kebakaran siang kemarin (8/8). Tanda larangan masuk ke area rumah yang terbakar belum dilepas karena masih dalam proses penyelidikan polisi. Rumah yang terbakar juga berdekatan dengan TK Khodijah 4.

Tidak ada yang berani menjamah lokasi tersebut. Yanto selaku pengontrak rumah juga tidak ada di lokasi. Rupanya, pria asal Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, itu masih belum move on dari musibah yang baru saja dialami.

Beban Yanto bakal semakin berat karena pemilik rumah meminta ganti rugi. Pascakebakaran yang menimpa rumah kontrakannya, Yanto menumpang hidup di rumah saudara. Tidak ada barang-barang yang bisa diselamatkan, termasuk dokumen penting miliknya.

Selain menelan kerugian material sekitar Rp 120 juta, anak-anak yang sedang belajar di TK Khadijah 4 Banyuwangi masih trauma. Mereka sempat panik karena melihat kobaran api.

Dalam situasi seperti itu, warga setempat menggiring anak-anak keluar dari area sekolah.  Ada juga yang memindahkan sepeda motor wali murid dari halaman sekolah.

”Pokoknya situasinya benar-benar panik. Saya sempat ditelepon warga supaya menghubungi mobil pemadam kebakaran. Anak-anak sempat panik karena takut dengan kebakaran ,” ujar Cici Irma, warga setempat.

MEDIASI: Lurah Panderejo Muhammad Safi’i (dua dari kiri) mempertemukan Sumartiningsih dan Yanto pascainsiden kebakaran rumah Kamis (8/8).
MEDIASI: Lurah Panderejo Muhammad Safi’i (dua dari kiri) mempertemukan Sumartiningsih dan Yanto pascainsiden kebakaran rumah Kamis (8/8).

Saat kejadian pukul 09.30, anak-anak sedang istirahat. Anak-anak mulai keluar dari ruang kelas. Salah satu anak melaporkan kepada seorang guru bernama Lina karena mencium bau asap kebakaran.

”Bu Lina kok bau-bau asap. Anak-anak yang lain juga bilang, ’Bu Guru ada api’. Melihat kobaran api yang terus membesar, sejumlah guru langsung mengamankan anak-anak,” cerita Lina, guru TK Khadijah 4.

Pagar sekolah langsung dibuka. Anak-anak digiring ke tempat yang lebih aman, yaitu di belakang sekolah. Di tengah kepanikan, anak-anak banyak yang menangis.

”Bu guru takut ada api,” teriak anak-anak seperti ditirukan Lina. Dia menyebut, sebagian guru juga memindahkan sepeda motor milik wali murid di halaman sekolah.

Rupanya, musibah kebakaran itu mengundang keprihatinan pihak Kelurahan Panderejo. Kamis (8/8) pemilik rumah Sumartiningsih dan Yanto dimediasi oleh Lurah Panderejo Muhammad Syafi’i.

Berkat mediasi ini, kedua belah pihak sepakat untuk berdamai dan menganggap insiden tersebut sebuah musibah.

Meski begitu, pihak Kelurahan panderejo tengah mengupayakan bantuan dari pemerintah untuk membantu proses perbaikan rumah.

”Kami tengah mengupayakan bantuan dari Pemkab Banyuwangi dengan berkirim surat ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinsos, dan PU-CKPP Banyuwangi,” ujar Muhammad Safi’i.

Safi’i menjelaskan, sebelumnya pemilik kontrakan sempat meminta pertanggungjawaban kepada pihak pengontrak terkait insiden kebakaran tersebut. Namun, setelah dimediasi, pemilik rumah menyadari jika insiden tersebut merupakan musibah.

”Rumah tersebut tidak diasuransikan, makanya pemiliknya kami berikan pemahaman. Mereka akhirnya saling berdamai dan sepakat untuk melakukan perbaikan bersama-sama,” jelas Safi’i.

Akibat insiden tersebut, Yanto selaku pengontrak rumah terpaksa harus menumpang di rumah saudaranya. Lokasinya tidak jauh dari rumah yang terbakar sehingga tetap bisa memantau perkembangan perbaikan rumah.

”Pak Yanto sementara menumpang, rumahnya tidak bisa ditempati lagi. Kami berharap bisa dilakukan perbaikan secepatnya,” kata Syafi’i.

Diberitakan sebelumnya, sebuah rumah kontrakan milik Sumartiningsih, 70, hangus dilalap api, Rabu (7/8) pukul 09.30. Pemicu kebakaran diduga akibat korsleting listrik.

Dalam sekejap, api membakar seluruh bangunan, perabotan rumah tangga, dan sepeda motor Honda Vario. Rumah yang terbakar itu dikontrak oleh Yanto, asal Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo.

Saat musibah terjadi, pemilik rumah tidak ada di tempat. Lokasi rumah yang berada di permukiman padat penduduk sempat membuat warga panik. Api terus membesar dan membakar semua perabotan di dalam rumah. Akibat kejadian itu, Yanto dan pemilik rumah mengalami kerugian Rp 120 juta. Api baru bisa dipadamkan sekitar pukul 10.41. (aif/c1)

 

 

 

Editor : Niklaas Andries
#mediasi #dinsos #sepeda motor #kontrakan #PU-CKPP #tk #Khadijah #banyuwangi #kebakaran #bpbd