Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Kuning Ketika Matang, Kopi Langka Yellow Caturra Ternyata Ada di Hutan Banyuwangi

Salis Ali Muhyidin • Kamis, 11 Juli 2024 | 01:25 WIB
Andrian Sasmita saat memanen kopi Yellow Caturra di Kebun Kalibaru Rabu (10/7)
Andrian Sasmita saat memanen kopi Yellow Caturra di Kebun Kalibaru Rabu (10/7)

RadarBanyuwangi.id - Jika umumnya buah kopi yang sudah matang akan berwarna merah, namun tidak dengan jenis kopi yang satu ini. 

Yellow Caturra, merupakan varietas kopi langka yang ada di Indonesia. Dari beragam sumber, kopi ini sebenarnya telah ada sejak zaman penjajahan Belanda. 

Hanya saja, jumlah panenan yang sedikit membuat biji kopi ini tidak populer di telinga masyarakat.

Ketika matang dan siap panen, varietas Yellow Caturra yang merupakan Kopi jenis Arabika ini, akan berwarna kuning. Orang awam, mungkin akan menilai kopi ini belum matang. 

Keunikan itu juga yang kemudian membuat kopi jenis tersebut diberi nama Yellow Caturra. 

Saat ini, yellow caturra bisa ditemukan di beberapa daerah di Indonesia, salah satunya di kaki Gunung Raung di Kecamatan Kalibaru. 

Lokasi itu, tepatnya masuk wilayah Dusun Curah Leduk, Desa Banyuanyar, Kecamatan Kalibaru. 

Selain warna kopi tersebut yang membedakan kopi ini dengan kopi pada umumnya, adalah ukuran biji kopinya juga terbilang kecil, lebih keras, dan lebih wangi.

Photo
Photo

Di Banyuwangi, kopi jenis Yellow Caturra ini terbilang langka karena hanya di Kalibaru itu saja. 

"Itu hanya di sebuah lahan seluas satu hektare berisi sekira 800 pohon," kata salah satu prosesor kopi yang ada di Banyuwangi, Andrian Sasmita, 30.

Pada RadarBanyuwangi.id, Andre, sapaan akrabnya menjelaskan kopi Yellow Caturra yang ia proses tersebut berjumlah tidak banyak. 

"Sudah sekitar empat kali proses kopi ini, berarti sudah empat tahun (empat kali panen)," terangnya. 

Selain punya karakteristik fisik yang unik dan beda dengan kopi pada umumnya varietas kopi yang tumbuh di ketinggian 985 mdpl ini juga punya karakter rasa yang khas. 

"Kalau untuk rasa jelas punya perbedaan, (yellow caturra) ada sweetness-nya," tutur dia. 

Di lain sisi, Andre mengungkapkan untuk sampai di lokasi kebun kopi ini juga tidak mudah. 

"Jalurnya sulit, selain medannya yang sempit, jalannya juga bebatuan karena memang masuk hutan," tandasnya. (sas) 

 

Editor : Salis Ali Muhyidin
#hutan #langka #kalibaru #arabika #Yellow #banyuwangi #kopi