Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Bupati Ipuk Yakin Jalur Lingkar Selatan Segera Tuntas, Panjang Jalur Pansela 99,18 Km: Yang Sudah Terbangun 68,08 Km

Sigit Hariyadi • Kamis, 23 Mei 2024 | 16:26 WIB

AKSES BARU: Proyek JLS yang melintasi Glenmore tuntas. Yang belum terbangun, yaitu ruas Kendenglembu–Malangsari, Malangsari–perbatasan Jember, dan Senenrejo–perbatasan Banyuwangi
AKSES BARU: Proyek JLS yang melintasi Glenmore tuntas. Yang belum terbangun, yaitu ruas Kendenglembu–Malangsari, Malangsari–perbatasan Jember, dan Senenrejo–perbatasan Banyuwangi
Radarbanyuwangi.id – Pembangunan jalur lingkar selatan (JLS) atau jalur pantai selatan (pansela) di Banyuwangi akan dilanjutkan tahun ini. Pemkab Banyuwangi memperjuangkan penuntasan pembangunan jalur tersebut hingga ke Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) serta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI.

Rapat bersama antara pihak Kementerian ATR/BPN, Kementerian PUPR, dan Pemkab Banyuwangi untuk membahas kelanjutan pembangunan proyek strategis nasional itu telah digelar pada Jumat (17/5).

”Alhamdulillah, Pemkab Banyuwangi telah bertemu Kementerian ATR/BPN serta Kementerian PUPR untuk membahas pembangunan sisa jalur pansela yang belum selesai. Terima kasih Menteri ATR dan Menteri PUPR yang menugaskan tim untuk membahasnya. Ini menjadi harapan bersama masyarakat Banyuwangi dan insya Allah bisa terealisasi tahun ini,” ujar Bupati Ipuk Fiestiandani Rabu (22/5).

Panjang jalur pansela di Banyuwangi mencapai total sekitar 99,18 kilometer (km). Dari jumlah tersebut, sepanjang 68,08 km jalan telah terbangun. Sedangkan 14,1 km sisanya belum dibangun.

Dari hasil rapat bersama kementerian terkait itu, lanjut Ipuk, jalur di Banyuwangi akan dilanjutkan pembangunannya apabila lahan telah siap. Untuk mempercepat proses penyiapan lahan, Pemkab Banyuwangi telah melakukan beberapa hal.

Antara lain mengajukan rangkaian persyaratan permohonan persetujuan penggunaan kawasan yang akan dibangun jalur pansela.

Ipuk menjelaskan, ada tiga paket rencana pembangunan jalur pansela untuk sisa yang belum terbangun. Pertama, paket pembangunan ruas Kendenglembu–Malangsari 5,1 km. Kedua, ruas jalan Malangsari–perbatasan Jember sepanjang 7,7 km. Ketiga, ruas jalan Senenrejo–perbatasan Banyuwangi sepanjang 1,3 km.

PERCEPAT JLS: Tim Pemkab Banyuwangi rapat bersama Kementerian ATR/BPN terkait penuntasan pembangunan JLS Banyuwangi-Jember.
PERCEPAT JLS: Tim Pemkab Banyuwangi rapat bersama Kementerian ATR/BPN terkait penuntasan pembangunan JLS Banyuwangi-Jember.

Jika rampung tersambung hingga Kabupaten Jember, jalur pansela akan menjadi akses baru bagi warga Banyuwangi. Dampak positifnya, wilayah Banyuwangi selatan bakal lebih terangkat, terutama dari sisi ekonomi.

”Perekonomian masyarakat di wilayah selatan Banyuwangi akan semakin tumbuh dan berkembang dengan kemudahan akses tersebut. Destinasi-destinasi wisata wilayah selatan juga akan lebih mampu menggaet minat wisatawan apabila jalur pansela terwujud,” kata Ipuk.

Ipuk menegaskan, terkoneksinya jalur yang menghubungkan Banyuwangi dengan Jember dan daerah-daerah lain di wilayah selatan Pulau Jawa akan berdampak baik bagi perekonomian warga Banyuwangi.

”Apalagi, Banyuwangi selatan menyimpan banyak potensi yang masih potensial untuk lebih dikembangkan,” tuturnya. 

Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Banyuwangi Mujiono menambahkan, pihaknya optimistis tahun ini mulai ada pengerjaan ruas yang belum tersambung di pansela Banyuwangi–Jember. ”Insya Allah tahun ini bisa mulai berjalan,” pungkasnya. (sgt/c1)

Editor : Niklaas Andries
#ATR/BPN #Kabupaten Jember #pulau jawa #sekkab #pemkab banyuwangi #malangsari #Jalur Lintas Selatan (JLS) #Bupati Ipuk Fiestiandani #banyuwangi #pansela