Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Upaya Fogging Sudah Maksimal, Penderita DBD Masih Ada: Pengasapan Akan Ditambah

Dedy Jumhardiyanto • Senin, 6 Mei 2024 | 17:27 WIB
CEGAH: Petugas dari Puskesmas Gitikdidampingi perangkat Desa Rogojampi melakukan fogging di Dusun Lugonto, Desa/Kecamatan Rogojampi Minggu (5/5)
CEGAH: Petugas dari Puskesmas Gitikdidampingi perangkat Desa Rogojampi melakukan fogging di Dusun Lugonto, Desa/Kecamatan Rogojampi Minggu (5/5)

RadarBanyuwangi.id – Penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah Puskesmas Gitik yang pada April 2024 ada 48 kasus dan tiga diantaranya yang berasal sari Desa/Kecamatan Rogojampi meninggal, ternyata masih ada.

Petugas Puskesmas bersama perangkat desa, kembali melaksanakan fogging, kemarin (5/5). 

Pengasapan untuk mencegah meluasnya serangan nyamuk Aedes Aegepty itu, dilakukan Puskesmas Gitik bersama kader Posyandu di wilayah Desa/Kecamatan Rogojampi.

“Sebelumnya fogging dilakukan di Dusun Maduran dan Krajan, kali ini di Dusun Lugonto Barat,” kata Kepala Desa Rogojampi, Hj Siti Djamilah.

Pelaksanaan fogging, kata Siti Djamilah, dilakukan di beberapa titik yang ada penderita dan jumlahnya terus bertambah.

“Semoga dengan fogging ini bisa mengurangi, sekaligus memutus mata rantai penyebaran DBD di Desa Rogojampi,” harapnya.

Menurut Siti Djamilah, pemerintah desa melalui perangkat desa seperti kepala dusun, RT, RW, dan kader Posyandu turut menyampaikan tentang merebaknya jumlah kasus penderita DBD di Desa/Kecamatan Rogojampi ini.

“Kami sudah meminta pada masyarakat bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan, dan melakukan pemberantasan sarang nyamuk,” katanya.

Kepala Puskesmas Gitik, Kecamatan Rogojampi, drg Ai Nurul Hidayah menyampaikan jumlah penderita DBD di wilayah kerja Puskesmas Gitik masih ada.

Tidak hanya orang dewasa saja, tapi juga merambah anak-anak.

“Harus kita antisipasi dan cegah bersama agar tidak semakin meluas,” jelasnya.

Baca Juga: Info Layanan SIM Keliling Satpas Prototype Polresta Banyuwangi Tanggal 6-8 Mei 2024, Cek Lokasi dan Persyaratannya

Selain melakukan gerakan pemberantsan sarang nyamuk (PSN), terang dia, bagi anak-anak yang hendak berangkat ke sekolah bisa menggunakan lotion anti nyamuk sebagai ikhtiar untuk pencegahan dari gigitan nyamuk Aedes Aegepty.

“Ayo kita jaga kebersihan,” ajaknya seraya menyampaikan belum bisa mendata jumlah penderita DBD di wilayahnya selama Mei 2024 ini.

Seperti diberitakan harian ini sebelumnya, Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah Kecamatan Rogojampi tampaknya menggila.

Dalam sebulan ini, ditemukan 48 kasus. Dari jumlah itu, tiga pasien yang menjalani perawatan karena terjangkit penyakit disebabkan nyamuk Aedes Aegypti itu meninggal dunia.

Untuk menekan penyebaran DBD, Puskesmas Gitik, Kecamatan Rogojampi terus menggencarkan fogging di perkampungan yang dinilai rawan dan berpotensi terjadinya penyebaran.

Itu seperti yang dilakukan di Kampung Pabrikan, Dusun Maduran, dan daerah perumahan Concrong, Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Rogojampi.

“Kami sebetulnya juga aktif menerjunkan kader juru pemantau jentik (jumantik),” ungkap Kepala Puskesmas Gitik, Kecamatan Rogojampi, drg Ai Nurul Hidayah.

Nurul menyebut, selama April 2024 di wilayahnya ada 48 pasien DBD. Dari 48 pasien DBD itu berasal dari Desa Rogojampi sebanyak 31 orang, Desa Kedaleman lima orang, Desa Karangbendo ada lima orang, Desa Pengatigan ada satu orang, Desa Gitik ada lima orang, dan Desa Lemahbang Dewo ada satu penderita.

“Paling banyak Desa Rogojampi, tiga penderita DBD yang meninggal itu dari Desa Rogojampi ini,” katanya.(ddy/abi)

Editor : Salis Ali Muhyidin
#dbd #demam berdarah dengue (DBD) #aedes aegepty #pasar rogojampi #banyuwangi