Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Pondok Ramadan SMPN 3 Banyuwangi, Libatkan Penceramah dari KUA

Sigit Hariyadi • Rabu, 3 April 2024 | 17:00 WIB

 

 

ANTUSIAS: Ratusan siswa menyimak pemaparan sekaligus menjawab pertanyaan dari narasumber asal KUA Banyuwangi Ustadah Hikmah Kamila.
ANTUSIAS: Ratusan siswa menyimak pemaparan sekaligus menjawab pertanyaan dari narasumber asal KUA Banyuwangi Ustadah Hikmah Kamila.

RadarBanyuwangi.id – Pondok Ramadan yang dihelat Jawa Pos Radar Banyuwangi (JP-RaBa) berlanjut. Selasa (2/4) giliran ratusan siswa dan siswi SMPN 3 Banyuwangi mendapat pembekalan materi dari kru redaksi Radar Banyuwangi yang terbit sejak Juli 1999 ini.

Bukan itu saja, para siswa juga mendapat siraman rohani dari petugas Kantor Urusan Agama (KUA) Banyuwangi.

Siraman rohani tersebut disampaikan langsung oleh Ustadah Hikmah Kamila. Ustadah Hikmah menyampaikan materi tentang puasa Ramadan, akhlak, akidah, dan fikih.

Kegiatan Pondok Ramadan kali ini diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Acara dilanjutkan pembacaan ayat-ayat suci Alquran beserta terjamahan dalam bahasa Indonesia yang dibawakan oleh dua perwakilan siswa.

Sementara itu, narasumber asal JP-RaBa Sigit Hariyadi menyampaikan materi tentang bijak memanfaatkan gawai dan media sosial. Sebab, ibarat pisau bermata dua, gawai alias gadget bisa memberikan dampak positif dan dampak negatif.

Dampak positif gawai antara lain memudahkan siswa dalam mengerjakan tugas sekolah, memudahkan komunikasi, sebagai media refreshing, serta mempermudah akses informasi.

Di sisi lain, jika tidak dimanfaatkan dengan bijak, gadget bisa menimbulkan dampak negatif, seperti pola tidur menjadi terganggu, bisa kecanduan permainan online, jadi sarana untuk melakukan penipuan dan aksi kejahatan, bisa terpapar informasi palsu alias hoaks, hingga memicu budaya flexing dan FOMO (fear of missing out).

Secara garis besar, flexing adalah suatu kebiasaan seseorang untuk memamerkan apa yang dimiliki di media sosial untuk mendapat pengakuan dari orang lain.

Sedangkan FOMO adalah perasaan cemas dan takut yang timbul di dalam diri seseorang akibat ketinggalan sesuatu yang baru seperti tren, berita viral, dan lain sebagainya.

Kepala SMPN 3 Banyuwangi Holilik melalui guru Pendidikan Agama Islam (PAI) Wiwin Winarso mengatakan, seperti tahun-tahun sebelumnya, JP-RaBa menjadi partner yang baik bagi SMPN 3 Banyuwangi.

Baca Juga: SMPN 2 Bangorejo, Banyuwangi Gelar Pondok Ramadan di Pesantren Hidayatul Mubtadiin

Terutama dalam upaya meningkatkan keimanan dan ketakwaan para siswa.

”Terima kasih kepada JP-RaBa atas partisipasinya. Semoga tahun-tahun mendatang, Pondok Ramadan bersama JP-RaBa bisa digelar kembali,” ujar pria yang juga panitia Pondok Ramadan SMPN 3 Banyuwangi tersebut.

Salah satu peserta Pondok Ramadan, Kafka Afrizatus S. mengaku, materi yang disampaikan narasumber asal JP-RaBa sangat bermanfaat.

”Harapannya, materi yang disampaikan bisa diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari oleh siswa SMPN 3 Banyuwangi sehingga bisa menghindari dampak negatif penggunaan gadget dan medsos,” harap siswa kelas 8-B tersebut. (sgt/c1)

Editor : Salis Ali Muhyidin
#Pondok Ramadan #Bijak Bermedsos #banyuwangi