Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Hadapi Arus Mudik 2024 di Banyuwangi, Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk Siap Dilayari Ferry Ukuran Jumbo

Fredy Rizki Manunggal • Sabtu, 9 Maret 2024 | 15:41 WIB

KAPAL UKURAN JUMBO: KMP Nawasena akan dikerahkan untuk membantu angkutan mudik Lebaran di penyeberangan Ketapang–Gilimanuk bulan depan.
KAPAL UKURAN JUMBO: KMP Nawasena akan dikerahkan untuk membantu angkutan mudik Lebaran di penyeberangan Ketapang–Gilimanuk bulan depan.
Radarbanyuwangi.id - Kapal feri yang beroperasi di perairan Selat Bali secara perlahan akan berubah ke kapal ukuran besar.

Balai Pengelolaan Transportasi Darat (BPTD) Jawa Timur Wilayah Kerja Ketapang tengah menyiapkan opsi penambahan kapal besar untuk mengantisipasi kepadatan arus mudik Lebaran.

Tak tanggung-tanggung, setidaknya ada tujuh kapal yang kemungkinan akan dipindah ke Selat Bali.

Kehadiran kapal ukuran besar tersebut untuk memperlancar jalannya angkutan Lebaran.

Pengawas Satuan Pelayanan Kelas I Pelabuhan Ketapang Bayu Kusumo Nugroho mengatakan, pada Hari Raya Idul Fitri mendatang diprediksi ada peningkatan sekitar 10 persen dibanding jumlah pemudik tahun lalu.

Dengan demikian, diperlukan kapal bantuan untuk mempercepat distribusi kendaraan dari sisi Ketapang–Gilimanuk atau sebaliknya.

”Selama ini sudah ada empat kapal besar yang membantu. Tiga kapal beroperasi di MB 4 seperti KMP Surya Ela, KMP Jambo X, dan KMP Karya Maritim XII. Nanti akan kami ajukan tujuh kapal lagi untuk membantu angkutan Lebaran,” kata Bayu.

Jika kapal-kapal besar tersebut sudah tiba, pihaknya akan melakukan penataan di titik operasi yang ditentukan.

Sebab, tidak mungkin seluruh kapal akan bersandar di dermaga MB 4.

Ada kemungkinan beberapa kapal bersandar di dermaga MB 1.

”Kemungkinan datangnya kapal pada 3 April saat arus kendaraan mulai meningkat. Masih kami lihat dulu, maksimal kami ajukan tujuh kapal,” jelas Bayu.

BPTD memprediksi puncak arus mudik Lebaran dari Bali terjadi pada tanggal 7–8 April.

Sedangkan arus balik ke Bali, pada tanggal 14–15 April setelah Lebaran.

”Keputusan penataan kapal tergantung Kementerian Perhubungan. Kapal mana saja yang akan dibawa ke sini,” tegas Bayu.

General Manager PT ASDP Ketapang Syamsudin mengatakan, penataan kapal menjelang angkutan Lebaran diserahkan sepenuhnya kepada BPTD.

Dia menilai keberadaan kapal bantuan akan sangat membantu proses kelancaran penyeberangan.

”Ketika penumpang sudah ramai, yang kami lakukan adalah bagaimana kondisi pelabuhan tetap lancar. Kami terus mengevaluasi dari setiap perkembangan,’’ ujar Syamsudin. (fre/aif/c1)

Editor : Niklaas Andries
#Ketapang #angkutan lebaran #kapal ferry #lebaran #jembatan #pelabuhan #bali #gilimanuk #BPTD #asdp ketapang #mb #selat bali #Arus Mudik #kapal