Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Bunga Desa di Wringinagung Banyuwangi, Bupati Ipuk Temui Komunitas Jaranan Butho hingga Kalangan Santri

Sigit Hariyadi • Jumat, 1 Maret 2024 | 20:42 WIB

CEGAH PERUNDUNGAN: Bupati Ipuk mengajak para santri Ponpes Amanatullah, Desa Wringinagung, Kecamatan Gambiran, untuk menjadi duta anti-bullying. Pertemuan antara Ipuk dan para santri tersebut terjadi
CEGAH PERUNDUNGAN: Bupati Ipuk mengajak para santri Ponpes Amanatullah, Desa Wringinagung, Kecamatan Gambiran, untuk menjadi duta anti-bullying. Pertemuan antara Ipuk dan para santri tersebut terjadi
Radarbanyuwangi.id – Bupati Ipuk Fiestiandani terus menggali potensi desa-desa di Banyuwangi untuk dikembangkan.

Paralel dengan itu, orang nomor satu di lingkup Pemkab Banyuwangi, ini juga intens ”belanja” persoalan yang dialami masyarakat desa, mulai persoalan ringan hingga soal-soal yang membutuhkan penanganan serius.

Upaya menggali potensi desa sekaligus belanja persoalan masyarakat tersebut salah satunya dilakukan lewat kegiatan Bupati Ngantor di Desa (Bunga Desa).

Termasuk lewat Bunga Desa yang digelar di Winginagung, Kecamatan Gambiran pada Rabu (28/2).

”Kami ingin mengetahui secara langsung apa yang sedang terjadi di tengah masyarakat desa. Jika ada persoalan, segera dicarikan solusi. Jika ada potensi, maka harus didukung dan dikembangkan,” ungkap Ipuk.

Pada kesempatan pertama, Bupati Ipuk mengunjungi SDN 1 Wringinagung.

Di tempat ini diselenggarakan sejumlah workshop berkaitan dengan pendidikan.

Mulai dari parenting, wawasan kebangsaan, hingga pencegahan tiga dosa besar pendidikan yang meliputi perundungan (bulliying), kekerasan, dan intoleransi.

”Sasarannya tidak semata pelajar dan guru, kami juga memperluas ke para anggota komite sekolah yang notabene para wali murid. Sehingga, penanganan ini bisa komprenhensif,” papar Ipuk.

Setelah itu, Ipuk berdialog dengan komunitas jaranan butho di Balai Dusun Glowong.

Dari pertemuan tersebut, diputuskan segera dilaksanakan Festival Jaranan Butho dalam rangkaian Banyuwangi Festival (B-Fest) sebagai bentuk apresiasi dan wadah bagi pecinta kesenian tradisional tersebut.

Selanjutnya, Ipuk memberikan bantuan kepada Solikin, penjual bakso keliling yang terkena musibah.

Rumahnya ambruk setelah diguyur hujan deras disertai angin kencang. Ipuk juga meninjau hasil pembangunan paving di sejumlah ruas jalan desa.

Kemudian, Ipuk meninjau rumah budi daya jamur yang dikembangkan di Dusun Glowong.

Dia lantas ke area persawahan di dekat kantor Desa Wringinagung guna menyosialisasikan penggunaan pupuk organik.

Selain itu, juga diselenggarakan layanan dasar seperti halnya administrasi kependudukan, perizinan usaha berbasis OSS, perpajakan, hingga tes kesehatan.

Sejumlah pelatihan UMKM bersama ibu-ibu juga diselenggarakan di kantor desa.

Ipuk juga bersilaturahmi di Pesantren Amanatullah, menerima kunjungan PC Muslimat NU Banyuwangi serta sejumlah tamu lainnya.

Di penghujung kegiatan, Ipuk salat Asar berjemaah di Masjid Al-Ikhlas bersama para tokoh masyarakat. Sekaligus menyalurkan berbagai bantuan yang bersumber dari program Baznas Banyuwangi.

”Ada banyak hal yang kami dapat dalam Bunga Desa kali ini. Wringinagung memiliki potensi yang luar biasa dan tata kelola pemerintahan desanya cukup baik. Ini patut untuk dikembangkan lebih jauh lagi,” pungkas Ipuk. (sgt/c1)

 

Editor : Niklaas Andries
#ipuk #tata kelola #dusun #bupati ipuk #kecamatan #perundungan #budi daya #bunga desa #oss #umkm #masjid #bullying #bakso keliling #paralel #desa #kantor desa #Banyuwangi Festival (B-Fest) #Bupati Ipuk Fiestiandani #perpajakan #kesenian #tes kesehatan #baznas #banyuwangi #jamur #bupati