Nasib pilu Ahmad Bakhri, 21, mahasiswa semester VI Politeknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi), yang ditemukan tewas dengan tubuh menggantung di kamar rumahnya di Dusun Pandan, Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng, (2/2) menjadi duka tersendiri bagi keluarganya.
Pihak keluarga tidak menyangka bila pemuda ini akan mengambil jalan senekat untuk mengkahiri jalan hidupnya.
Keluarga pun kini hanya bisa pasrah dan ikhlas atas nasib yang dialami mahasiswa semester VI tersebut.
Dari penuturan adik korban, Yusuf, banyak terkuak alasan dibalik motif aksi nekatnya pemuda itu.
Yusuf menyebut, adiknya cerita banyak tentang kegiatan di kampusnya yang membuatnya stress.
Karena stress itu, tingkahnya dianggap sering aneh karena depresi.
“Banyak cerita tentang kuliahnya,” katanya pada Jawa Pos Radar Genteng.
Selain menceritakan kegiatan kampus yang membuatnya stress dan depresi.
Tak dinyana Yusuf juga menyampaikan adiknya pernah melakukan aksi percobaan bunuh diri sebelumnya.
Korban sempat diketahui menenggak obat banyak sekaligus.
“Pernah nekat mengonsumsi obat sakit kepala dan obat batuk dengan dosis tinggi, beruntung waktu itu masih nyawanya masih bisa selamat,” ungkapnya. (gas/abi)
Editor : Niklaas Andries