Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Warga Dua Dusun Andalkan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro 

Dedy Jumhardiyanto • Sabtu, 16 Desember 2023 | 22:29 WIB
PANJANG: Pipa pesat (penstock) yang berfungsi mengalirkan air menuju turbin yang berada di dalam rumah pembangkit (power house).
PANJANG: Pipa pesat (penstock) yang berfungsi mengalirkan air menuju turbin yang berada di dalam rumah pembangkit (power house).

SONGGON, radarbanyuwangi.id - Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) sudah dibangun sejak tahun 2015 lalu. Hingga kini, fasilitas pembangkit listrik tersebut masih dinikmati masyarakat di Dusun (Afdeling) Lider dan Afdeling Bejong, Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon, Banyuwangi.

Mega proyek mikrohidro tersebut dibangun oleh Kementerian Energi Sumber Daya Manusia (ESDM) RI senilai Rp 1,85 miliar. Proyek itu tuntas dibangun pada Maret 2015 lalu dan langsung difungsikan.

PLTMH tersebut menerangi 147 kepala keluarga di Dusun Lider dan 100 KK di Dusun Bejong yang tinggal di tepi hutan lereng Gunung Raung. ”Kami senang, warga bisa mendapatkan aliran listrik dari PLTMH ini secara gratis,” ungkap Kepala Dusun Lider, Sutiyono.

Menurutnya, aliran listrik PLTMH tersebut merupakan teknologi yang ramah lingkungan. Kelebihan PLT MH ini juga sangat murah, karena menggunakan energi alam dan tidak menimbulkan pencemaran.

“Jadi kalau melihat sepintas, sistem kerja PLTMH ini air sebagai sumber utama akan dialirkan dengan kemiringan tertentu. Kemudian, aliran air ini disalurkan melalui pipa sampai mengenai turbin yang mengarah ke baling-baling dan mengubah energi mekanik menjadi energi listrik,” jelasnya.

Bangunan rumah pembangkit (power house)  yang terdapat turbin, generator, dan peralatan lainnya yang mengubah bantuan poros dan gearbox, sehingga terjadi pergerakan elektron yang membangkitkan arus AC
Bangunan rumah pembangkit (power house) yang terdapat turbin, generator, dan peralatan lainnya yang mengubah bantuan poros dan gearbox, sehingga terjadi pergerakan elektron yang membangkitkan arus AC

Sejak adanya pembangunan PLTMH tersebut, warga yang tinggal di dua dusun sangat terbantu. Sebab, aliran listrik bisa dinikmati setiap saat untuk beraktivitas sehari-hari. ”Sebagian besar warga kampung bekerja sebagai buruh kebun dan buruh tani,” tandasnya.

Sementara itu, Sutrisno salah seorang warga setempat mengaku jika keberadaan PLTMH sangat membantu warga. Betapa tidak, sebelum ada PLTMH warga kerap kebingungan untuk aktivitas sehari-hari. Jangankan untuk menonton televisi, untuk lampu penerangan saja masih kesulitan.

”Dulu sebelum ada listrik PLTMH ini, warga pakai lampu oblik (lampu minyak tanah) seadanya,” ujar lelaki yang sudah 55 tahun tinggal di kampung tersebut.

Kemudian pada tahun 2014, warga sempat mendapatkan bantuan berupa lampu tenaga surya. Namun, hal itu hanya untuk penerangan saja, tidak bisa digunakan untuk kegiatan aktivitas sehari-hari.

PELOSOK: Kampung afedeling bejong Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon yang teraliri listrik dari PLTMH
PELOSOK: Kampung afedeling bejong Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon yang teraliri listrik dari PLTMH

Sayangnya, kawasan perkampungan Lider berada di lereng Gunung Raung sehingga kerap mendung dan turun hujan.

”Kalau sudah mendung, maka lampu penerangan redup bahkan mati lantaran tidak ada tenaga yang disimpan. Sebab, sumber utamanya sang surya atau matahari,” jelas Sutrisno sembari memindah chanel televisi miliknya.

Sekedar diketahui, untuk sampai di Kampung Afdeling Lider dan Bejong, Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon, ini memang butuh perjuangan.

Harus melalui bebatuan terjal dengan medan naik turun bukit serta melintasi hutan dan kebun tebu sepanjang perjalanan sejauh delapan kilometer di lereng Gunug Raung. (ddy/bay/c1)

Editor : Dedy Jumhardiyanto
#listrik #songgon #pltmh #mikrohidro #PLN (Persero) #banyuwangi #ESDM Jawa Timur #pembangkit