Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Jangan Tergiur Biaya Umrah Murah, Kemenag Banyuwangi: Ujung-ujungnya Bisa Telantar di Makkah

Dedy Jumhardiyanto • Kamis, 2 November 2023 | 21:00 WIB
Ilustrasi. (JawaPos.com)
Ilustrasi. (JawaPos.com)

RadarBanyuwangi.id – Menyikapi maraknya biro travel umrah nakal, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Banyuwangi gencar melakukan edukasi kepada masyarakat agar tidak tertipu biro perjalanan travel umrah murah.

Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kantor Kementerian Agama Banyuwangi Zaenal Abidin menjelaskan, untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, pihaknya melakukan jemput bola melalui program Molyaning Jiaroh atau Mobil Layanan Keliling untuk Pendaftaran Haji dan Informasi Umrah.

Pelayanan Molyaning Jiaroh menyasar tempat-tempat terpencil di Banyuwangi yang jauh dari jangkauan pelayanan, seperti di Kecamatan Purwoharjo, Tegaldlimo, Pesanggaran, dan kecamatan lainnya.

 ”Alhamdulillah, pelayanan Molyaning Jiaroh mendapat respons dan sambutan antusias dari masyarakat,” ungkap Zaenal.

Selama membuka pelayanan, tidak sedikit masyarakat yang juga menanyakan tentang biro travel perjalanan umrah yang aman.

Pasalnya, tidak sedikit dari calon jemaah umrah yang waswas dengan travel umrah, mengingat beberapa minggu lalu ada kabar jika jemaah umrah telantar saat berada di Makkah dan Madinah.

”Kami langsung jelaskan dan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai travel umrah yang berizin, termasuk ciri-ciri travel umrah nakal,” jelasnya.

Edukasi dan pemberian informasi mengenai ibadah umrah dan haji tersebut dijelaskan secara utuh. Harapannya, masyarakat dapat melek informasi sehingga tidak mudah tertipu oleh perusahaan tur dan travel yang hanya memberi janji-janji.

”Masyarakat juga agar hati-hati dalam memilih perusahaan biro perjalanan, saat ingin berangkat umrah dan haji. Salah satu ciri perusahaan yang harus diwaspadai ialah mereka yang menjanjikan umrah dan haji dengan biaya murah,” terang Zaenal.

Selain itu, Zaenal berpesan agar masyarakat tidak mudah tergiur dengan promo-promo pihak travel yang menawarkan jasa umrah murah.

Jika dihitung, biaya perjalanan umrah minimal Rp 27 juta, dengan berbagai fasilitas dasar.

Jangan sampai masyarakat tertipu iming-iming umrah murah, namun pada akhirnya bermasalah.

”Melalui layanan Molyaning Jiaroh ini, jemaah bisa teredukasi bahwa untuk pergi umrah memerlukan biaya minimal sekian, dengan fasilitas sesuai yang dibayarkan,” tandas Zaenal. (ddy/aif/c1)

Editor : Ali Sodiqin
#murah #mekkah #Umrah #terlantar #kemenag #biaya umrah #banyuwangi