RadarBanyuwangi.id – Dua truk besar mengalami celaka di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali. As pada dua truk itu sama-sama patah sesaat setelah turun dari kapal yang membawanya dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi.
Kontan saja, dua peristiwa yang terjadi pada waktu berbeda itu menganggu aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Gilimanuk hampir sepekan lamanya.
Dilansir dari Jawa Pos Radar Bali, truk pertama mengalami naas pada Rabu (16/8/23). Truk tronton bermuatan semen dengan nomor polisi B 9178 SYM itu mengalami as patah saat turun dari kapal motor penumpang (KMP) Liputan.
Sedangkan truk kedua nopol B 9552 BT dengan muatan bata ringan mengalami patah as setelah turun dari KMP Tunu Pratama Jaya 3888, pada Sabtu (19/8/23).
Kedua truk muatan berat itu baru bisa dievakuasi Minggu (20/8/23). Posisi kedua truk tronton berada di plengsengan dermaga LCM. Jarak kedua truk sekitar 20 meter.
Truk nopol B 9552 BT lebih dulu bisa dievakuasi. Sedangkan truk bermuatan semen yang sudah 5 hari ‘mangkal’ di dermaga LCM, baru bisa dilakukan perbaikan pada as belakangnya yang patah, Minggu (20/8/23).
I Nyoman Agus Sugiarta, Koordinator Satuan Pelaksana Badan Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Pelabuhan Gilimanuk mengatakan, perbaikan dua truk tersebut sudah dilakukan.
Karena posisi dua truk masih berada di bibir plengsengan dermaga LCM, maka sedikit mengganggu bongkar muat kapal. "Proses bongkar muat masih bisa dilakukan meski sedikit terganggu," jelasnya.
Selama proses perbaikan, muatan dua truk yang ’mangkal’ di dermaga LCM tersebut dipindah ke truk lain. Proses bongkar muat kapal menggunakan celah di antara dua truk yang patah as.
"Secepatnya ditangani agar bongkar muat di Dermaga LCM kembali normal," pungkas Nyoman Agus Sugiarta. (*)
Editor : Ali Sodiqin