Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Pulang Cari Amal, Pemotor Asal Dusun Sumberwadung, Desa Kaligondo, Kecamatan Genteng Tewas Ditabrak Sepur

Salis Ali Muhyidin • Kamis, 20 Juli 2023 | 18:55 WIB
EVAKUASI: Jenazah Slamet yang luka berat saat akan dibawa ke RSUD Genteng untuk menjalani pemeriksaan dan identifikasi, Rabu (19/7).
EVAKUASI: Jenazah Slamet yang luka berat saat akan dibawa ke RSUD Genteng untuk menjalani pemeriksaan dan identifikasi, Rabu (19/7).

GENTENG, Jawa Pos Radar Genteng - Nasib tragis menimpa Slamet, 56. Pemotor asal Dusun Sumberwadung, Desa Kaligondo, Kecamatan Genteng, itu tewas ditabrak Kereta Api (KA) Probowangi jurusan Gubeng, Surabaya - Banyuwangi Baru, Rabu (19/7) sekitar pukul 11.00.

Slamet yang saat itu naik motor, hendak melewati lintasan KA tanpa palang pintu. Saat itu, korban dari arah selatan akan pulang. “Saat melintas di rel, dari arah barat ada Sepur Probowangi,” kata Kanit Lantas Polsek Genteng, Iptu Nanang Wardhana pada Jawa Pos Radar Genteng.

Menurut Nanang, berdasarkan informasi dari para saksi, Slamet yang naik motor Honda Kharisma tanpa plat nomor diduga tidak mengetahui ada sepur yang akan melintas. Saat motornya berada di lintasan, langsung ditabrak KA. “Korban terseret hingga 150 meter dari lokasi kecelakaan, motornya terlempar sekitar 10 meter dari tubuh korban,” katanya.

Akibat kecelakaan itu, Slamet langsung meninggal di lokasi kejadian dengan tubuh yang hancur. Malahan, wajahnya sulit dikenali. “Awalnya tidak ada yang mengenali korban karena lukanya sudah parah, jenazah kita bawa ke RSUD Genteng untuk diidentifikasi,” paparnya.

Setelah sampai di rumah sakit, lanjut dia, ada beberapa warga yang datang untuk melihat identitas mayat tersebut. Ternyata, mereka itu keluarganya dengan menyebut korban ini Slamet. “Oleh keluarganya juga langsung dibawa pulang,” paparnya.

Menurut Nanang, di sekitar perlintasan tanpa palang pintu itu, sebenarnya sudah diberi banner berisi peringatan agar hati-hati karena tidak ada palang pintu. “Di lokasi itu sering terjadi kecelakaan, lalu kita pasang banner agar warga hati-hati,” ungkapnya.

Salah satu saudara korban, Aman Sholihin, 29, menyampaikan saat kejadian itu Slamet akan pulang. Sebelumnya bersama warga meminta amal untuk acara peringatan tahun baru Islam di masjid kampungnya. “Baru dari lokasi mencari amal di masjid,” ucapnya.

Karena sudah menjelang duhur, lanjut dia, Slamet yang setiap hari bekerja sebagai petani itu pamit untuk pulang sambil beristirahat. “Katanya mau pulang sebentar, tiba-tiba kejadian ini,” tandasnya.

Aman yang rumahnya tidak jauh dari lokasi kejadian, mengaku saat korban itu tertabrak KA Probowangi sempat mendengar suara benturan dan gemuruh dari arah lintasan sepur. “Saya kira keretanya sedang bermasalah, ternyata pas keluar ada tabrakan tersebut,” pungkasnya.(sas/abi)

 

 

Editor : Agus Baihaqi
#terlempar #KA #Probowangi #Amal #lintasan #kecelakaan #pemotor #rsud genteng #ditabrak #masjid #korban #lokasi #tewas #meninggal #warga #Kereta Api #melintas #keluarga