Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Selat Bali Dilanda Angin Kencang, 16 Jam KMP Trisna Kandas di Gilimanuk

Fredy Rizki Manunggal • Kamis, 20 Juli 2023 | 20:30 WIB
TERDAMPAK CUACA BURUK: Truk-truk besar bergerak menuju kapal setelah sempat tertahan beberapa jam akibat cuaca buruk yang melanda Selat Bali kemarin (19/7).
TERDAMPAK CUACA BURUK: Truk-truk besar bergerak menuju kapal setelah sempat tertahan beberapa jam akibat cuaca buruk yang melanda Selat Bali kemarin (19/7).

RadarBanyuwangi.id – Cuaca ekstrem yang melanda perairan Selat Bali, Rabu (19/7) berdampak buruk terhadap aktivitas kapal di rute penyeberangan Ketapang–Gilimanuk. Kapal Motor Penumpang (KMP) Trisna Dwitya kandas di perairan Gilimanuk pukul 19.30 akibat angin kencang.

KMP Trisna Dwitya bertolak dari Pelabuhan Ketapang pukul 16.45. Kapal tersebut mengangkut 25 penumpang, 4 truk besar, 1 truk sedang, 8 truk trailer/tronton, dan 5 sepeda motor. Setelah satu jam lebih berlayar, kapal mendekati dermaga ASDP Gilimanuk dan menunggu jadwal sandar.

Kapal yang dinakhodai Tri Ananda itu sempat terombang-ambing akibat cuaca buruk sehingga tidak bisa mendekat ke dermaga. Pada pukul 19.30, kapal mengalami kandas sekitar 482 meter dari dermaga LCM Gilimanuk.

Beberapa kru kapal yang tengah beroperasi di dekat KMP Trsina mencoba memberikan bantuan. Tak lama kemudian, kapal patroli dari Satpolairud Gilimanuk datang ke lokasi kandasnya kapal tersebut.

Beberapa penumpang langsung dievakuasi. Mereka diangkut ke kapal patroli dan dibawa ke Pelabuhan Gilimanuk.

Kasi Keselamatan Berlayar Penjagaan dan Patroli KSOP Tanjung Wangi Widodo mengatakan, kapal tersebut kandas akibat angin kencang dan arus kuat yang terjadi pada Selasa malam (18/7). Malam itu juga seluruh penumpang dievakuasi.

Baru pada esok harinya pukul 12.00, KMP Trisna Dwitya ditarik oleh KMP Swakarya ke Pelabuhan Gilimanuk.

”Semua penumpang sudah selesai dievakuasi. Kapal baru bisa dievakuasi siang harinya karena menunggu arus pasang. Setelah itu muatannya dibongkar,” jelas Widodo.

Menurut Widodo, kondisi cuaca seperti itu masih akan berlangsung hingga beberapa bulan ke depan. Meski cuaca tidak selamanya buruk, namun potensi munculnya angin dan arus kencang masih bisa terjadi.

”Kapal yang berangkat harus benar-benar memperhatikan lashing kendaraan agar tidak terdampak juga,” pintanya.

Korsatpel Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Ketapang Rocky Surentu mengimbau kepada seluruh awak kapal untuk memperhatikan kondisi alam. Dia meminta kapal yang berlayar dalam kondisi baik.

”Kita imbau seluruh pelayaran memperhatikan kondisi kapal sebelum berlayar karena kondisi alam sedang tidak baik,” pungkasnya. (fre/aif/c1)

Editor : Ali Sodiqin
#Ketapang #angin #asdp #gilimanuk #cuaca #Kapal Kandas #selat bali