Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Respon Aspirasi Warga, PG Asembagus Bertekad Jadi Perusahaan Green Industry

Iwan Feriyanto • Kamis, 20 Juli 2023 | 01:30 WIB
KUNJUNGAN KERJA: Ketua Komisi III DPRD, Arifin (tengah) bersama Dinas Lingkungan Hidup dan jajaran Manejemen PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) berada di Surabaya, Senin (17/7) lalu.
KUNJUNGAN KERJA: Ketua Komisi III DPRD, Arifin (tengah) bersama Dinas Lingkungan Hidup dan jajaran Manejemen PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) berada di Surabaya, Senin (17/7) lalu.

RADAR SITUBONDO – Pabrik Gula (PG) Asembagus merespon positif aspirasi yang selama ini disampaikan masyarakat. Masukan tersebut sebagai  bentuk evaluasi perusahaan agar lebih baik ke depan. Khususnya masalah limbah dari hasil produksi tebu.

SEVP (Senior Executive Vice President) I Operational PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), Pabrik Gula Asembagus, Dimas Eko Prasetyo mengaku sudah menerima aspirasi yang disampaikan masyarakat. Maka ke depan, akan dilakukan tindak lanjut.

Salah satunya perusahaan akan lebih memaksimalkan pengelolaan produksi tebu yang lebih ramah lingkungan. "SGN telah berkomitmen dan terus melakukan upaya-upaya untuk menjadikan PG Asembagus sebagai perusahaan green industry," ujarnya, Selasa (18/7).

Dia mencontohkan, terkait penanganan limbah cair yang banyak disampaikan oleh masyarakat misalnya, itu sudah dikelola sesuai dengan aturan yang berlaku. Ini agar lingkungan tidak tercemar.

"Untuk penanganan limbah cair sebenarnya diolah dahulu di UPLC (Unit Pengelolaan Limbah Cair). Sehingga menetralisir kontaminan dan aman untuk lingkungan. Sebetulnya pengelolaan ini sesuai dengan peraturan yang ada,” jelasnya.

Dimas  menambahkan, terkait limbah cair yang meluap ke pemukiman warga itu, pihaknya akan menggandeng Pemkab Situbondo. Kerjasama ini dilakukan untuk penanganan kasus tersebut agar tidak terulang kembali.

“Ke depan kami bersama Komisi III serta DLH Situbondo akan berkoordinasi dengan DPUPP (Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Pemukiman). Apakah saluran irigasi tersebut ditutup sehingga tidak meluber,” bebernya.

Selain itu, Dimas menjelaskan, penanganan ampas tebu sudah dilakukan beberapa upaya agar tidak menggangu aktivitas warga. Seperti memasang alat paranet di dalam gudang penyimpanan.

Selain itu juga, ampas tebu diconveyor pada proses gilingan akhir. “Kami juga memasang waterspray dan membuat filter bag untuk menangkap ampas halus,” cetusnya.

PG Asembagus juga sudah menggunakan Boiler dengan dua unit Electro Static Prespirator (ESP) untuk mengangkap partikel halus. Sehingga ampas tebu tidak keluar cerobong. Lalu memaksimalkan pemanfaatan CO2 untuk pemurnian karbonatasi.

“PG Asembagus adalah salah satu pabrik gula dengan teknologi modern setelah proses revitalisasi, guna memenuhi kebutuhan gula konsumsi masyarakat. Serta tetap berupaya menjaga kelestarian lingkungan,” tandasnya.  (wan/pri)

Editor : Ali Sodiqin
#limbah cair #tebu #pabrik gula #PG Asembagus #Aspirasi #limbah