Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Pasir Menumpuk Setelah Banjir, Penambang Pasir Ketiban Berkah Pasir

Salis Ali Muhyidin • Selasa, 18 Juli 2023 | 21:00 WIB
MELIMPAH: Pasir menumpuk di Bendung Setail, Desa Setail, Kecamatan Genteng setelah banjir, Senin (17/7).
MELIMPAH: Pasir menumpuk di Bendung Setail, Desa Setail, Kecamatan Genteng setelah banjir, Senin (17/7).

GENTENG, Jawa Pos Radar Genteng – Banjir yang terjadi pada Jum’at (7/7) setelah turun hujan deras hingga beberapa hari, ternyata membawa berkah bagi para penambang pasir di Bendung Setail, Desa Setail, Kecamatan Genteng, Senin (17/7).

Gara-gara banjir itu, pasir dari hulu menumpuk di sekitar Bendung Setail. Bagi para penambang pasir, ini berkah. Sebab, mereka tidak perlu susah mengumpulkan pasir di Sungai Setail tersebut. “Pasirnya banyak, tidak perlu menyelam ke sungai untuk cari pasir bagus,” ujar Slamet, 50, salah satu penambang pasir asal Dusun Jalen, Desa Setail.

Biasanya, terang dia, pasir yang bagus berada di tengah aliran sungai dengan kedalaman hingga leher orang dewasa. Untuk mendapatkan pasir itu, harus mengambil pasir dengan cara menyelam. “Sekarang cari di pinggir saja sudah bisa dapat yang bagus, tidak perlu diayak lagi,” terangnya.

Hanya saja, lanjut dia, saat ini pemesanan pasir sedang menurun. Untuk menjual satu pikap pasir, harus menunggu hingga satu minggu. Malahan, dua minggu pasir yang telah dikumpulkan belum laku sama sekali. “Seminggu kadang laku satu atau dua pikap,” ujarnya.

Slamet menyebut harga pasir satu pikap Rp 120 ribu. Untuk bisa mengumpulkan satu pikap pasir, membutuhkan waktu antara satu hingga dua hari. “Kalau musim hujan seperti ini, mengumpulkan pasir satu pikap cukup sehari saja,” terangnya.

Koordinator Sumber Daya Air (Korsda) Genteng, Sarwadi mengungkapkan, penumpukan sedimen pasir saat debit air meningkat, sudah biasa terjadi. Pasir itu terbawa air sungai dari hulu dan menumpuk di sekitar bendungan, karena pintu air dam ditutup. “Saat musim hujan, pintu air menuju persawahan ditutup, pasir yang terbawa air dari hulu menumpuk di sekitar dam,” cetusnya.(sas/abi)        

 

 

Editor : Agus Baihaqi
#Musim Hujan #aliran air sungai #menyelam #banjir #dam #pasir #penambang #Ketiban #Korsda #hujan deras #bendungan