Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Limbah Cair Diduga Meluap ke Pemukiman, Humas PG Asembagus: Itu Karena Sampah, Tidak Ada Bau Menyengat

Iwan Feriyanto • Senin, 17 Juli 2023 | 18:00 WIB
MULAI SURUT: Warga membersihkan teras rumahnya setelah digenangi luapan air sungai, di Dusun Krajan, Desa Gudang, Kecamatan Asembagus, Minggu (16/7).
MULAI SURUT: Warga membersihkan teras rumahnya setelah digenangi luapan air sungai, di Dusun Krajan, Desa Gudang, Kecamatan Asembagus, Minggu (16/7).

RADAR SITUBONDO – Saluran pembuangan limbah cair Pabrik Gula Asembagus meluap ke pemukiman warga Dusun Krajan, Desa Gudang, Kecamatan Asembagus, Situbondo, Minggu (16/7). Luapan limbah tersebut terjadi karena aliran sungai sedang mampet. Butuh waktu berjam-jam agar bisa surut.

Salah satu warga, Hambali, mengatakan sudah beberapa kali dirinya mengingatkan kepada pihak PG Asembagus untuk memperhatikan aliran pembuangan limbah cair. Sebab, kasus luapan air tersebut sudah sering kali terjadi.

“Kalau cuma air saja yang meluap tidak masalah karena tidak ada efek yang dirasakan. Tapi kalo luapan aliran sungai di sini bau karena dijadikan tempat pembuangan limbah cair dari PG Asembagus. Mereka tidak peduli kepada nasib warga, yang terpenting limbahnya dibuang begitu saja. Apakah itu membahayakan atau tidak, mereka tidak peduli,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Situbondo.

Kata dia, penyebab terjadinya luapan air sungai itu karena adanya penyempitan saluran irigasi. Hal itu terjadi, sejak digunakan untuk pembuangan limbah cair PG. Asembagus.

“Pokok mulai sering terjadi luapan air ini setelah dijadikan tempat pembuangan limbah cair PG. Asembagus. Tidak tahu kenapa, saluran di sini sudah tidak seperti dulu. Seperti sempit dan tidak mampu menampung banyak volume air,” jelasnya.

Kemudian, Hambali mengatakan, warga berinisiatif untuk membersihkan aliran sungai tersebut. Ini dilakukan untuk mengurangi masalah luapan air. Mulai dari membersihkan sampah dan juga melakukan pengerukan tanah di sepanjang aliran sungai.

“Kita bersama warga membersihkan kondisi aliran sungai. Karena kalau tidak dibersihkan, kami sendiri yang repot kalo pas airnya meluap,” ucapnya.

Kata dia, upaya yang dilakukan ternyata tidak bertahan lama. Paling lama hanya bisa bertahan beberapa bulan saja. Setelah itu, luapan air sungai kembali terjadi.

“Kami menduga kuat kalau luapan air ini terjadi karena banyaknya limbah cair yang dibuang oleh pihak PG Asembagus. Karena tidak mampu menampung limbah tersebut, akibatnya meluap. Karena kami sudah mengamati terlebih dahulu. Kesimpulannya, masalah luapan air ini terjadi di waktu pabrik membuang limbah cair. Seperti malam hari dan siang hari,” cetusnya.

Sementara itu, Aulia, warga sekitar, menyampaikan sebenarnya sudah mengadukan masalah tersebut kepada pihak PG Asembagus. Namun hingga saat ini tidak ada tanggapan.

“Awalnya aliran sungai di sini bersih tidak bau, karena tidak digunakan untuk pembuangan limbah cair PG Asembagus. Lah kok tiba-tiba PG Asembagus membuang limbahnya ke sini. Itupun tidak ada sosialisasi yang disampaikan kepada kami,” jelasnya.

Aulia mengatakan, warga sudah komplain terkait tindakan yang dilakukan PG Asembagus mengenai pembuangan limbah cair. Namun hingga saat ini tidak ada tanggapan. Aspirasi warga  justru terkesan diabaikan.

“Kita sudah meyampaikan keluhan warga di sini. Tapi ya gak ada perubahan dan gak ada iktidak baik dari pihak PG Asembagus untuk memperbaiki masalah limbah cair,” tandasnya.

Sementara itu, Humas PG Asembagus Bimo mengatakan, luapan aliran sungai itu terjadi karena warga yang membuang sampah sembarangan ke sungai.  Sehingga mengakibatkan saluran air tersumbat.

“Pasar itu kan di atas saluran air dan di tanah milik PG. Kami meminta juga untuk merawat dan peduli terhadap kebersihan. Jadi, itu saluran sungai memang melewati PG juga. Meluap karena sampah-sampah di pasar,” ucapnya.

Selain itu, Bimo membantah keluhan warga terkait limbah cair yang mengeluarkan aroma bau menyengat. Dia mengklaim hampir tidak ada bau yang dihasilkan dari limbah tersebut. “Enggak ada baunya. Tadi pas meluap saya juga sudah cek. Tidak bau,” pungkasnya. (wan/pri)

Editor : Ali Sodiqin
#air meluap #sosialisasi #limbah cair #bau #Sampah #PG Asembagus #Sungai