Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Tak Kuat Menahan Bau Diduga Limbah, Warga Asembagus Mengaku Alami Pusing

Iwan Feriyanto • Senin, 17 Juli 2023 | 16:30 WIB
TERCEMAR: Lutfi menunjukkan sisa genangan air sungai yang ada di halaman rumahnya, di Dusun krajan, Desa Gudang, Kecamatan Asembagus. Air tersebut mengeluarkaan aroma bau menyengat.
TERCEMAR: Lutfi menunjukkan sisa genangan air sungai yang ada di halaman rumahnya, di Dusun krajan, Desa Gudang, Kecamatan Asembagus. Air tersebut mengeluarkaan aroma bau menyengat.

RADAR SITUBONDO - Sejumlah warga Dusun Krajan, Desa Gudang, Kecamatan Asembagus mengaku tiba-tiba mengalami pusing. Itu terjadi lantaran tak kuat menahan bau tak sedap luapan air sungai yang menggenangi rumahnya.

Air sungai mengeluarkan aroma menyengat yang diduga dampak dari limbah cair PG. Asembagus.

Salah satu warga, Lutfi mengatakan, air yang menggenangi rumahnya itu sangat bau. Lama-lama bisa membuat kepala menjadi berat dan pusing.

“Ini setelah tercium baunya terlalu lama, kepala terasa berat. Karena baunya sangat menyengat dan tidak enak,” ujarnya, Minggu (16/7).

Kata dia, luapan air sungai itu terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. Lalu, baru surut setelah dua jam kemudian. Meskipun sudah surut tapi baunya masih menyengat.

“Ini sekarang aroma baunya kan masih terasa. Kalau tadi pas masih ada airnya yang menggenang, itu baunya jauh lebih parah,” jelasnya.

Sementara itu, warga lain, Arifin mengatakan, warga yang mengalami pusing itu kemungkinan karena mereka tidak terbiasa mencium aroma limbah cair PG. Asembagus. Kalau yang sudah terbiasa, maka tidak akan berdampak apa apa saat mencium baunya.

“Memang sejak aliran sungai di sini (Dusun Krajan) digunakan untuk saluran pembuangan limbah cair PG. Asembagus itu sudah tercemar. Dan baunya sangat menyengat sekali. Kalau tidak terbiasa memang membuat kepala pusing,” ucapnya.

Arifin menyampaikan, bukan berarti warga yang sudah lama tinggal di sekitar aliran sungai tersebut sudah kebal terhadap bau limbah cair PG. Asembagus. Kadang kala masih terasa pusing juga, ketika kondisi baunya lebih tajam.

“Kadang pas baru pertama kali limbahnya dibuang ke sungai itu baunya sangat menyengat. Sampai-sampai airnya keluar asap dan panas. Mungkin itu baru dibuang oleh pihak PG,” bebernya.

Selain itu, Arifin berharap, agar pihak PG. Asembagus merespon keluhan warga setempat. Sebab, selama ini sudah sering kali mengadu masalah limbah PG, namun tidak juga diperdulikan.

“Pasti yang disampaikan oleh pihak PG itu, sebelum ada warga di sini, PG sudah dibangun lebih dulu. Tapi masak pas warga yang menjadi korbannya. Apakah tidak bisa limbah hasil produksi gula ini dikelola agar tidak merugikan. Seperti yang dialami warga sekarang lagi pusing karena bau limbah,” pungkasnya. (wan/pri)

Editor : Ali Sodiqin
#tercemar #bau #PG Asembagus #Sungai #pusing #limbah