Kepala Stasiun Kalisetail, Wibowo mengatakan kemacetan yang terjadi di jalan depan stasiun itu biasa terjadi setiap pukul 08.00 dan pukul 19.00. Itu saat KA Sritanjung jurusan Banyuwangi-Lempuyangan, Jogjakarta datang. “Kemacetan biasanya terurai setelah 15 menit hingga 30 menit,” katanya.
Wibowo menyebut, kemacetan itu terjadi karena banyaknya penjemput penumpang sepur yang menggunakan kendaraan roda empat. “Parkiran di dalam tidak muat, banyak mobil yang berhenti di depan stasiun (badan jalan), itu yang membuat macet,” ungkapnya.
Selain itu, jelas dia, banyak penumpang KA yang melanjutkan perjalanannya menggunakan transportasi ojek mobil online. Karena di setasiun banyak ojek konvensional, maka membuat para sopir ojek online berhenti dan menunggu penumpang agak jauh dari stasiun. “Sopir mobil online biasanya berhenti di sebelah timur, ini membuat kemacetan semakin panjang,” ucapnya.
Menurut Wibowo, tingginya okupansi penumpang KA di Stasiun Kalistail ini, lantaran beberapa stasiun yang sudah tidak menjadi titik pemberhentian sejumlah kereta, seperti Stasiun Sumberwadung dan Stasiun Glenmore. “Dua stasiun yang dekat dengan Kalisetail itu tidak jadi titik pemberhentian, banyak penumpang yang turun di sini,” paparnya.
Untuk kemacetan di depan stasiun ini, Wibowo mengaku masih belum bisa menemukan solusi yang pas. Pihaknya sempat menggunakan lahan parkiran di Kantor Pertani yang ada di depan stasiun, tapi sekarang tidak boleh karena sempat dimasalahkan oleh orang yang mengaku dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). “Tidak ada tempat parkir lain,” dalihnya.
Kanit Lantas Polsek Genteng, Iptu Nanang Wardhana saat dikonfirmasi menyampaikan pihak Stasiun Kalisetail harus segera mencari solusi untuk memecahkan masalah kemacetan itu. “Mungkin pelebaran tempat parkir atau semacamnya,” katanya.(sas/abi)
Editor : Agus Baihaqi