RADAR SITUBONDO – Ratusan warga Kota Santri heboh. Mereka berkumpul di Jalan penghubung Desa Klampokan, Kecamatan Panji, Situbondo, Kamis (13/7).
Ini menyusul beredarnya kabar ada salah seorang jamaah haji yang datang menggunakan helikopter dan akan turun di tanah lapang tersebut. Namun ternyata kabar itu tidak benar.
Jamaah haji yang dikabarkan akan datang menggunakan helikopter itu adalah H Supriyadi. Informasi tersebut sebelumnya memang sudah jadi perbincangan masyarakat bahwa warga Desa Kandang, Kecamatan Kapongan itu akan datang menggunakan helikopter.
“Katanya (Supriyadi) bakal turun dari helikopter saat pulang naik haji. Sekarang (kemarin) saya dengar kabar kalau mau turun di Moncel, tapi tidak ada. Rugi saya terlanjur menunggu,” ungkap salah satu warga yang menunggu di moncel.
Kabar turunnya helikopter juga simpang siur. Ada yang mengatakan turun di Desa Battal, Kecamatan Kapongan. Sebagian ada yang mengatakan turun di Kecamatan Bungatan. Alasan tidak bisa turun di Klampokan, dikabarkan gara-gara tidak memiliki izin.
“Katanya mau turun di sini (moncel) tapi tidak jadi karena tidak ada izin. Terus pindah ke Desa Battal,” kata Hadi.
Kepala Desa Battal, Syaiful menegaskan, tidak ada helikopter yang turun di desanya. Semisal ada pasti ramai orang yang ingin melihat.
“Selama ini belum pernah ada izin helikopter mau turun, maupun info adanya helikopter bakal turun di desa saya,” tegas Supriyadi.
Kapolsek Panji, Iptu Nanang Priyambodo menegaskan tidak ada helikopter yang mendarat di Moncel, mauapun di Battal.
“Katanya turun di Battal tapi tidak pernah ada saksi dan bukti foto. Sudah di cek TKP oleh anggota, bekas helikopternya juga tidak ada, termasuk saksi yang melihat,” ucap Nanang singkat.
Pantauan koran ini, sudah ada ratusan orang yang ingin melihat mendaratnya helikopter yang diinformasikan disewa secara pribadi oleh Supriyadi. Tetapi warga yang datang banyak kecewa karena tidak kunjung datang.
Begitu jamaah datang, ternyata hanya naik mobil. Akhirnya sejumlah warga yang berniat ingin melihat helikopter langsung pulang ke rumhanya masing-masing. Sedangkan sebagian lagi, mengiringi Supriyadi ke rumahnya. (hum/pri)
Editor : Ali Sodiqin