Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Ibu Korban Masih Trauma, Sering Pingsan Jika Mengingat sang Anak

Humaidi. • Kamis, 13 Juli 2023 | 19:30 WIB
BERDUKA: Deki Agus Astanto, 45, (tiga dari kiri) ayah kandung Muhammad Raissya Akbar Firdaus, warga Dusun Patukangan, Desa Pesisir, Kecamatan Besuki, membacakan surat Yasin di dekat Almarhum.
BERDUKA: Deki Agus Astanto, 45, (tiga dari kiri) ayah kandung Muhammad Raissya Akbar Firdaus, warga Dusun Patukangan, Desa Pesisir, Kecamatan Besuki, membacakan surat Yasin di dekat Almarhum.

RADAR SITUBONDO – Sementara itu Halimatus Sa'diyah, ibu kandung Muhammad Raissya Akbar Firdaus, masih mengalami trauma yang mendalam.

Terbukti hingga hari ke tujuh hari kematian anaknya, ibu dua anak ini sering pingsan begitu menceritakan kronologi kematian anak pertamanya kepada orang yang takziah.

Muhammad Zamroni menceritakan, duka mendalam benar-benar membuat kedua  orang tua Akbar terpukul.  Sebab, ditinggal meninggal oleh kedua anaknya.

Anak nomor dua meninggal akibat sakit saat berusia satu tahun. Lalu, disusul Akbar yang meninggal akibat kesetrum.

“Saya tidak tega melihat nasib duka keluarga saya, ujiannya terlalu berat. Saya tidak tega apalagi yang mengalami musibah,” kata Zamroni.

Kata dia, hingga hari ke tujuh, luka hati kedua orang  tua Akbar belum bisa terobati. Bahkan ibu kandung Akbar masih seringkali pingsan begitu mengingat kepergian anaknya.

Pembicaraan yang sering dikeluarkan masih menanyakan anaknya yang sudah dikuburkan. Seakan-akan masih hidup.

“Kalau ada orang yang takziah, ibu kandung akbar masih sering pingsan. Kalau ada yang takziah kan pasti bertanya kronologinya. Kalau saya di rumah duka, saya pasti berbisik kepada orang yang takziah agar tidak menanyakan kronologi kematian Akbar,” aku Zamroni.

Dikatakan, pihak keluraga juga masih berencana untuk membawa Halimatus Sa'diyah ke rumah sakit.

Alasannya, agar kesehatannya bisa terkontrol, mengingat Halimatus Sa'diyah sulit untuk makan. “Rencana mau dibawa ke rumah sakit, kasihan kondisinya terlalu lemah,” ucap Zamroni. (hum/pri)

Editor : Ali Sodiqin
#takziah #korban #kesetrum