Antrean hanya terlihat di dalam kantong parkir pelabuhan yang digunakan kendaraan untuk menunggu kapal sandar. Ditambah dengan kendaraan-kendaraan dari arah Bali yang sudah mulai kembali ke Jawa.
Hingga sore kemarin, jalanan menuju pelabuhan baik di sisi utara maupun sisi selatan terpantau lancar. Arus kendaraan yang akan menuju Surabaya dari Banyuwangi maupun sebaliknya sudah beroperasi seperti sedia kala.
”Kondisi pelabuhan sudah kembali normal. Jalanan sudah klir, tidak ada antrean lagi. Aplikasi juga sudah dioperasikan seperti sedia kala,” ujar General Manager PT ASDP Ketapang-Gilimanuk Syamsudin.
Dengan kondisi yang berangsur normal tersebut, KMP Jatra II dan KMP Tunu Pratama untuk sementara tidak lagi melayani rute Ketapang–Gilimanuk. Namun, kedua kapal ukuran jumbo tersebut masih standby untuk digunakan jika sewaktu-waktu terjadi eskalasi volume kendaraan secara mendadak. ”KMP Jatra II dan KMP Tunu Pratama akan kami aktifkan lagi jika nanti ada kepadatan. Kami juga menunggu evaluasi data kendaraan,” jelas Syamsudin.
Dari data ASDP Ketapang sejak Minggu (2/7) lalu, ada 207.355 orang yang menyeberang ke Bali dengan total kendaraan sejumlah 52.873 unit. Sedangkan roda empat pribadi tercatat ada 15.984 unit. Dari jumlah tersebut mayoritas adalah wisatawan yang berlibur ke Bali. Mereka berpotensi untuk kembali dalam periode yang sama.
Sementara itu, imbas dari kemacetan di jalur menuju Pelabuhan Ketapang sempat mengganggu rute Banyuwangi–NTB dari Pelabuhan Tanjung Wangi. Manajer Cabang Atosim Lampung Pelayaran (ALP) Banyuwangi Agus Rani mengatakan, selama sembilan hari truk tujuan Gili Mas, NTB yang seharusnya masuk ke kapal, banyak yang tertahan.
Dengan demikian, imbuh Agus, kapal milik ALP hanya memuat beberapa kendaraan saja. ”Sering kali muatan kami kosong, tapi bagaimana lagi. Kami sebenarnya ingin ikut mengurai, tapi muatan kami tertahan. Semoga setelah ini normal kembali,” tandasnya.
Editor : Syaifuddin Mahmud