MUNCAR, Jawa Pos Radar Genteng – Ada peringatan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Banyuwangi untuk para nelayan dan wisatawan, terutama yang ada di Banyuwangi Selatan. Saat ini cuaca sedang buruk dan minta waspada.
Prakirawan BMKG Banyuwangi, Rahmayani menyebut, dalam beberapa hari ini akan ada gelombang sangat tinggi, itu berpotensi terjadi di perairan selatan Banyuwangi. “Nelayan di Banyuwangi selatan untuk berhati-hati,” pintanya.
Untuk wisatawan yang beraktivitas di Pantai Selatan dan nelayan yang melaut di Laut Selatan, jelas dia, harus selalu waspada. “Ada potensi ketinggian gelombang sampai dua hingga enam meter, ini berpeluang terjadi di perairan selatan Banyuwangi,” kata Rahma.
Cuaca ekstrem yang sering terjadi di Banyuwangi sepekan terakhir, berdampak serius pada aktivitas nelayan di wilayah Banyuwangi selatan, terutama yang ada di Perairan Muncar. Mereka untuk sementara absen melaut, karena karena kondisi cuaca yang dianggap tidak bersahabat.
Ketua DPC Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Banyuwangi Hasan Basri mengatakan, sudah sepekan ini banyak nelayan yang libur melaut. “Cuaca sangat buruk, nelayan enggan melaut,” katanya, Minggu (9/7).
Menurut Hasan, cuaca buruk itu ditandai dengan hujan lebat dan naiknya ombak di tengah laut. Selain itu, saat ini juga sedang padangan atau bulan purnama. “Para nelayan memilih membetulkan perahu dan jaring ikan yang rusak,” terangnya.
Libur melaut ini, kata Hasan, rencananya akan berlanjut sampai cuaca membaik atau hingga hujan dan gelombang laut lebih stabil. “Kalau kita paksakan melaut, ini berbahaya. Risiko kecelakaan tinggi,” katanya.
Hasan berharap cuaca di perairan Banyuwangi bisa segera membaik. Sehingga, nelayan bisa kembali melaut seperti sebelumnya. Saat nelayan libur melaut, tidak memiliki penghasilan. “Nelayan itu pekerjaan utama, kalau cuaca jelek tidak bekerja,” ungkapnya.(gas/abi)
Editor : Agus Baihaqi