SINGOJURUH, Jawa Pos Radar Genteng – Jembatan Garit di Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh yang sudah berumur puluhan tahun, tampaknya sudah tidak layak lagi. Setiap debit air Sungai Badeng naik, airnya sampai di atas jembatan dan membahayakan seperti pada Jumat (7/7).
Bila air sungai itu membawa material berupa batang kayu dan sampah, sering menumpuk di jembatan. Dan itu membuat air sungai meluap dan menimbulkan banjir. “Akan diajukan pemugaran dan pembangunan ulang (jembatan),” ujar Kepala Dinas PU Pengairan, Guntur Priambodo pada Sabtu (8/7).
Untuk membongkar jembatan itu, Guntur mengaku akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim). Sebab, jembatan itu menjadi kewenangan pemprov. “Kita sedang koordinasi dengan Pemprov Jatim,” katanya.
Menurut Guntur, Jembatan Garit itu sudah berumur tua. Bila dilihat kontruksinya, jembatan itu sudah waktunya dibongkar, apalagi sering menimbulkan penyumbatan. “Pada jembatan itu ada pilar penyangga tengah yang besar, dan itu berpotensi menimbulkan penyumbatan,” terangnya.
Seperti diberitakan harian ini sebelumnya, hujan deras yang terjadi sejak Kamis malam (6/7), menyebabkan aliran Sungai Badeng yang melintasi Dam Garit di Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh meluap, Jumat (7/7). Tingginya air yang berubah kecoklatan bercampur material, sampai di Jembatan Garit.
Untuk mencegah terjadi penyumbatan di jembatan dan banjir seperti banjir bandang pada 25 November 2018 lalu, Dinas Pekerjaan Umum Pengairan Kabupaten Banyuwangi menerjunkan satu unit ekskavator. Alat berat itu, membersihkan setiap material yang akan menyumbat di bawah jembatan.(gas/abi)
Editor : Agus Baihaqi