Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Dilindas Truk di Jalan Raya Hutan Baluran, Pasutri dan Anaknya Langsung Meninggal

Humaidi. • Minggu, 9 Juli 2023 | 17:30 WIB
LAKA LANTAS: Anggota Kanitlaka Polres Situbondo mengevakuasi motor milik pasutri Syaiful Syafii dan Fitria Ningsih, warga Kampung Gudang, Desa/Kecamatan Kapongan di Jalan Raya Hutan Baluran, Situbondo
LAKA LANTAS: Anggota Kanitlaka Polres Situbondo mengevakuasi motor milik pasutri Syaiful Syafii dan Fitria Ningsih, warga Kampung Gudang, Desa/Kecamatan Kapongan di Jalan Raya Hutan Baluran, Situbondo

BANYUPUTIH, Jawa Pos Radar Situbondo – Nasib nahas menimpa pasangan suami istri (pasutri) Syaiful Syafii, 35, dan Fitria Ningsih, 32, warga Kampung Gudang, Desa/Kecamatan Kapongan, Situbondo.

Pasutri ini meninggal dunia setelah dilindas truk di Jalan Raya Hutan Baluran, Kecamatan Banyuputih, Jumat (7/7). Anak mereka yang masih balita, Moh. Hasan, ikut menjadi korban dalam laka tersebut.

Peristiwa tragis ini bermula saat truk bernopol N 9466 UV bermuatan minuman bersoda (soft drink) seberat 17 ton melaju dari arah barat ke timur.

Di saat yang bersamaan, Syaiful yang memboncengkan istri dan anaknya berada di belakang truk dengan arah yang sama.

Begitu tiba di lokasi kejadian truk yang dikemudikan Komang Margono warga Bali, tidak kuat melintas di jalan tanjakan.

Akibatnya, truk itu mundur hingga membentur sepeda motor Syafii. Syafii yang tak sempat menghindar langsung terjatuh dan terlindas ban truk.

”Truk ini mau nanjak, tapi tidak kuat. Tidak tahu kalau di belakang ada pemotor. Ya terlindas semua. Paling parah ayahnya, kepalanya yang dilindas ban truk,” ungkap Rahman Putra, warga yang berada di lokasi kejadian.

Rahman mengatakan, truk baru bisa berhenti setelah melindas satu keluarga dan terguling ke jurang pinggir jalan raya sebelah utara dengan kedalaman sekitar satu meter. Muatan yang dibawa juga tumpah.

”Kemungkinan truk ini mau ke arah Bali untuk mengirim minuman, kalau yang meninggal (pasutri) tidak tahu mau pergi ke mana,” jelasnya.

Peristiwa ini sempat membuat lalu lintas di jalan tersebut macet karena banyak pengendara yang berhenti dan ingin melihat dari dekat.

Namun, kemacetan tidak berlangsung lama karena anggota Kanitlaka Polres Situbondo langsung melakukan buka tutup di jalur tersebut.

”Sebelum polisi datang ya warga ikut menghentikan kendaraan dari sejumlah arah untuk melindungi para korban agar tidak dilindas pengendara lain yang lewat. Setelah itu baru polisi datang,” tegas Rahman.

Pelaksana Harian ( PLH) Kapolsek Banyuputih Iptu Harnowo menambahkan, ketiga korban yang masih satu keluarga ini merupakan warga Kapongan yang hendak bepergian ke Banyuwangi.

”Ketiganya dievakuasi dalam keadaan sudah tidak bernyawa. Kalau sopir truk hanya mengalami luka ringan saja,” jelasnya.

Harnowo menduga, muatan truk tersebut terlalu berat hingga sulit melintas di tanjakan Hutan Baluran.

”Dugaan sementara muatan truk terlalu berat. Untuk data lengkapnya masih dalam penanganan anggota Kanitlaka Polres Situbondo,” imbuhnya.

Kanitlaka Polres Situbondo Ipda Kadek Yasa mengatakan, truk yang terlibat laka tersebut hanya mengangkut minuman dan makanan ringan. Dua korban, yakni Syafii dan anaknya langsung meninggal di lokasi kejadian.

”Sedangkan ibunya (Fitria Ningsih, Red) meninggal dalam perawatan rumah sakit,” tutup Kadek. (hum/pri/c1)

Editor : Ali Sodiqin
#soft drink #dilindas truk #Ban Truk #korban #baluran #pasutri #polres situbondo