BESUKI, Jawa Pos Radar Situbondo – Rencana Pemkab Situbondo untuk memugar Alun-Alun Besuki menuai respons yang beragam.
Sejumlah pihak meminta agar rencana tersebut dikaji ulang sebelum nantinya benar-benar direalisasikan.
Dalam tayangan video yang beredar, alun-alun tersebut akan dibangun dengan konsep zaman kerajaan klasik. Padahal, di wilayah tersebut lebih identik dengan peninggalan kolonial Belanda.
Salah satu warga Besuki, Kholil mengatakan, beberapa bangunan peninggalan kolonial Belanda saat ini masih bisa dilihat di Besuki.
Salah satunya yakni gedung Karesidenan Besuki dan gedung Kawedanan. Tempatnya sangat dekat dengan alun-alun Besuki.
”Jadi, kita sangat berharap renovasi alun-alun yang direncanakan Pemkab Situbondo bisa menyesuaikan dengan peninggalan yang ada di Besuki. Sehingga, nilai sejarahnya lebih kental dan akan lebih dikenal banyak orang,” ucap Kholil, Jumat (7/7).
Kholil mengapresiasi Pemkab Situbondo yang sudah memberikan perhatian terhadap Alun-Alun Besuki agar lebih prospektif ke depannya.
Hanya saja, akan lebih tepat jika bentuk bangunan yang akan didirikan disesuaikan dengan kondisi wilayah Besuki yang dikenal dengan sejarah Kolonial Belanda.
Kholil mengatakan, sejarah zaman kerajaan klasik juga ada. Salah satu contohnya adalah Kerajaan Kettah yang saat ini menjadi nama daerah di Kecamatan Suboh. Namun, historis tersebut saat ini sudah tidak terkenal di masyarakat.
”Nah, ini yang menjadi pertimbangan kami. Karena dilihat dari historisnya dan beberapa bangunan cagar budaya yang ada di Besuki itu lebih identik ke arah kolonial. Kalau akhirnya dibangun dengan konsep kerajaan, pasti akan bertolak belakang,” jelasnya.
Kholil menilai, niat baik Pemkab Situbondo bukan hanya sekadar untuk mempercantik tampilan alun-alun. Namun, harus melihat daya tarik lain yang dapat menjadi perhatian masyarakat.
”Masalah bentuknya kami juga belum memiliki gambaran pasti. Tapi paling tidak menyeimbangkan dengan unsur peninggalan sejarah yang paling menonjol, yaitu bangunan kolonial Belanda,” tegasnya.
Kholil menyampaikan, harus ada kajian mendalam untuk merenovasi Alun-Alun Besuki. Sehingga, setelah selesai dikerjakan, bisa memiliki daya tarik dan menjadi ikon penting Kabupaten Situbondo.
Tentunya dengan melibatkan beberapa pihak yang paham betul dengan historis Besuki.
”Misalnya, di Besuki ini sekarang kan kita ketahui ada bangunan peninggalan kolonial, kemudian dekat dengan kampung Arab. Lalu di sekitar alun-alun jadi pusat perekonomian. Maka dari unsur itu dikemas sedemikian rupa untuk membentuk ikon yang menarik juga,” tandasnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Situbondo Wawan Setiawan membenarkan adanya rencana Pemkab Situbondo untuk merenovasi Alun-Alun Besuki. Namun, rencana bangunan tersebut menjadi kewenangan Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
”Memang benar akan direnovasi. Namun, mengenai videonya yang beredar itu bisa ditanyakan ke DLH,” ucapnya singkat. (wan/pri/c1)
Editor : Ali Sodiqin