Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Laut Kotor Sering Jadi Momok, Nelayan Banyuwangi Diajak Ubah Sampah Jadi Rupiah

Gareta Yoga Eka Wardani • Sabtu, 8 Juli 2023 | 17:30 WIB
MULAI BERUBAH: Alief Rachman Kartiono (baju putih) dan Dwi Handayani (baju hitam) berkoordinasi dengan nelayan di Kelurahan Lateng, Kecamatan Banyuwangi, Kamis (6/7).
MULAI BERUBAH: Alief Rachman Kartiono (baju putih) dan Dwi Handayani (baju hitam) berkoordinasi dengan nelayan di Kelurahan Lateng, Kecamatan Banyuwangi, Kamis (6/7).

RadarBanyuwangi.id – Upaya mengatasi persoalan sampah terus dilakukan jajaran Pemkab Banyuwangi. Kali ini, Dinas Perikanan (Disperikan) dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banyuwangi bersinergi untuk mengurangi sampah di laut.

Dalam pelaksanaannya, pihak Disperikan dan DLH mengajak sekaligus memberdayakan para nelayan.

Selain mengurangi sampah di laut, melalui program ini nelayan juga mendapat manfaat berupa penghasilan tambahan dari hasil penjualan sampah tersebut.

Kepala Disperikan Banyuwangi Alief Rachman Kartiono mengatakan, dalam rangka memperingati Bulan Cinta Laut, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memiliki beberapa misi.

Salah satunya yakni menggerakkan partisipasi nelayan dalam membersihkan sampah laut.

Dikatakan Alief, Banyuwangi menjadi salah satu di antara 18 daerah yang dipilih untuk mengimplementasikan misi membersihkan laut dari sampah.

”Total ada 75 nelayan di Banyuwangi yang didapuk menjadi agen atau satuan tugas (satgas) pembersih sampah laut. Banyuwangi dipilih karena representatif, memiliki bentang laut yang luas dan terdapat banyak masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan. Tentunya akan ada multiplier effect, khususnya dari segi ekonomi,” ujarnya, Jumat (7/7).

Sampah yang dikumpulkan para nelayan tidak langsung dibuang ke tempat pembuangan sampah. Sebaliknya, sampah tersebut diproses untuk dapat diubah menjadi rupiah. Misalnya dijual kepada bank sampah, pengepul, atau off taker lainnya.

Sedangkan untuk residu yang tidak dapat dituangkan, imbuh Alief, akan dibawa oleh petugas DLH untuk ditangani sebagaimana mestinya.

”Selain mendapatkan skema gerakan partisipasi pembersihan sampah laut, para nelayan juga berkesempatan memperoleh penghasilan tambahan dan mendapatkan peralatan berupa serok dan kantong yang digunakan untuk mewadahi sampah laut,” jelasnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLH Banyuwangi Dwi Handayani mengatakan, sampah hasil pengumpulan nelayan akan dibeli pada Kamis dan Jumat.

DLH berkontribusi untuk memberikan pelatihan tentang pemilahan dan pengolahan sampah. (rei/sgt/c1)

Editor : Ali Sodiqin
#Lingkungan #laut #nelayan #Perikanan #Sampah