RadarBanyuwangi.id – Kemacetan panjang di Pelabuhan Ketapang belum terurai, bencana alam datang lagi. Kondisi tersebut merupakan dampak cuaca ekstrem yang melanda Banyuwangi, Jumat (7/7).
Setidaknya, ada delapan laporan yang masuk ke meja Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi.
Mulai dari kejadian pohon tumbang, tanah longsor, debit air sungai meluap, hingga rumah dan masjid di Kelurahan Sobo yang roboh akibat terdampak hujan disertai angin kencang.
”Memang ada beberapa laporan masuk, semuanya sudah langsung ditangani oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) yang kami bentuk,” ujar Plt Kalaksa BPBD Banyuwangi Danang Hartanto melalui Sekretaris Mujito.
Dia menyebut, laporan masuk sejak pukul 06.00. Diawali dengan laporan pohon tumbang di sejumlah titik di pusat kota Banyuwangi.
”Ada empat pohon tumbang, beberapa titik menutup akses jalan. Antara lain di Jalan Brawijaya, Jalan Kepiting, Sukowidi, dan dekat jembatan Sobo,” jelas Mujito.
Bencana alam lainnya yakni naiknya debit air sungai. Ada tiga sungai yang debit airnya naik cukup signifikan, yakni Sungai Badeng, Sungai Kalisetail, dan Sungai Kalilo.
Namun, aliran Sungai Badeng dan Sungai Kalisetail tidak sampai meluap. Hanya sungai Kalilo yang airnya meluap hingga ke permukiman warga.
Sementara itu, satu rumah warga dan masjid di Kelurahan Sobo atapnya roboh akibat angin kencang. Namun, masih dalam asesmen. Meski begitu, BPBD tetap menyiagakan seluruh personel BPBD, khususnya tim TRC.
”Dari sekian kejadian, tidak ada korban jiwa. Hanya kerugian material seperti kabel yang putus akibat tertimpa pohon, atap rusak, dan sejumlah infrastruktur umum yang rusak,” pungkas Mujito. (rio/aif/c1)
Editor : Ali Sodiqin