GAMBIRAN, Jawa Pos Radar Genteng – Hujan yang sering turun di tengah musim kemarau akhir-akhir ini, membuat para petani yang kini sedang menanam cabai rawit merasa ketar-ketir. Sebab, cuaca itu akan berdampak pada tanamannya yang rawan terserang penyakit.
Salah satu petani asal Dusun Krajan, Desa Purwodadi, Kecamatan Gambiran, Maryati, 50, mengungkapkan cuaca berawan dan hujan membuatnya tidak bisa tenang. “Cabai sudah siap panen, tapi cuacanya seperti ini (sering turun hujan),” katanya Kamis (6/7).
Menurut Maryati, cuaca yang tidak menentu sejak enam hari terakhir, membuat sebagian tanaman cabainya tumbuh tidak sehat. “Cabai itu kalau kena hujan berisiko kena penyakit busuk buah,” ungkapnya pada Jawa Pos Radar Genteng.
Selain busuk, terang Maryati, tanaman cabai yang sudah berbuah bisa hanyut jika turun hujan dengan intensitas terlalu tinggi. “Kadang ada yang hanyut, tapi syukur punya saya tidak sampai ada yang rontok dan hanyut karena hujan,” ujarnya.
Untuk meminimalisir risiko, Maryati menyiasati dengan memanen cabai rawit lebih awal di lahannya seluas setengah hektare. “Kalau lihat cuaca sudah tidak hujan, yang sudah warna merah atau jingga, segera dipanen,” katanya.
Prediksi cuaca untuk beberapa hari ke depan, diperkirakan di wilayah Kabupaten Banyuwangi ini cerah berawan. “Tapi tetap ada potensi untuk hujan dengan intensitas sedang sampai lebat, disertai petir dan angin kencang,” ujar prakirawan BMKG Banyuwangi, Ganis Dyah.
Menurut Ganis, kondisi cuaca yang terjadi saat ini disebabkan aktifnya gelombang atmosfer rossby yang melintasi Jawa Timur. “Itu berpengaruh terhadap pertumbuhan awan dan menambah intensitas curah hujan,” jelasnya.
Menurut Ganis, di wilayah Jawa Timur juga terjadi belokan angin. Dan itu juga berpotensi terhadap meningkatnya pertumbuhan awan konvektif. “Belokan angin ini juga dapat menimbulkan hujan,” pungkasnya.(gas/abi)
Editor : Agus Baihaqi