RADAR SITUBONDO – Jemaah haji asal Desa Pesanggrahan, Kecamatan Jangkar, Situbondo, yakni Ruswalul Dewi, meninggal dunia setelah melakukan lempar jumrah di Makkah, Selasa (4/7) lalu.
Sebelumnya, perempuan 59 itu mengalami gangguan pernapasan dan sempat menjalani perawatan di Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI). Dia masuk dalam kelompok terbang (kloter) 73.
Staf Haji dan Umrah di Kementerian Agama (Kemenag) Situbondo Saiful Ali mengatakan, setelah melaksanakan lempar jumrah, jemaah haji tersebut seketika mengalami sesak napas.
Lalu, dokter yang bertugas mendampingi jemaah kloter 73 langsung merujuk ke kantor KKHI untuk menjalani perawatan.
”Sempat sesak nafas setelah melakukan proses ibadah haji lempar jumrah. Kemudian, dokter dan ketua kloter 73 langsung membawa ke kantor KKHI untuk mendapat perawatan,” ujar Ali saat dikonfirmasi melalui panggilan telepon, Rabu (5/7).
Ali mengatakan, saat menjalani perawatan di KKHI, kondisi Ruswalul Dewi tak kunjung membaik. Sampai akhirnya nyawanya tidak bisa ditolong. ”Dokter sudah berusaha untuk menolong, tapi takdir berkata lain,” jelasnya.
Ali mengaku, pihaknya sudah mengetahui bahwa yang bersangkutan memiliki riwayat penyakit gangguan pernapasan.
Namun, saat berangkat haji, kondisinya sangat baik. Bahkan, selama menjalani proses ibadah haji, dia terus dijaga petugas kesehatan.
”Alhamdulillah ya, jemaah kita itu saat pelaksanaan proses ibadah haji sehat, salah satunya jemaah yang meninggal. Dia bahkan dijaga tim kesehatan, khawatir terjadi sesuatu. Namun setelah selesai melaksanakan seluruh rangkaian ibadah haji, yang bersangkutan tiba-tiba sesak napas dan meninggal dunia,” bebernya.
Lebih lanjut, Ali menyampaikan, jenazah Ruswalul Dewi langsung dimakamkan di Makkah. Sedangkan pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memberikan asuransi kepada pihak keluarga.
”Ketika ada jemaah yang meninggal saat menjalankan ibadah haji, pemerintah memiliki kewajiban memberikan asuransi. Totalnya sekitar Rp 30 hingga Rp 40 juta yang diserahkan kepada pihak keluarga,” tandasnya.
Selain itu, Ali menambahkan, satu jemaah lain dari kloter 74 juga meninggal. Namun, yang bersangkutan bukan merupakan jemaah asal Situbondo, melainkan jemaah dari Sidoarjo.
”Jadi, kloter 74 ini ada yang warga Situbondo ada yang warga Sidoarjo. Nah, jemaah asal Sidoarjo ini dikabarkan juga meninggal dunia,” pungkasnya. (wan/pri/c1)
Editor : Ali Sodiqin