Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Ditinggal Antar Anak ke Pesantren, Rumah Terbakar Akibat Korsleting Listrik

Salis Ali Muhyidin • Kamis, 6 Juli 2023 | 17:31 WIB
CEK: Anggota Polsek Kalibaru bersama anggota BPBD mengecek penyebab kebakaran di rumah milik Achmad Baihaki di Dusun Barurejo, Desa Kalibaru Manis, Kecamatan Kalibaru pada Selasa (4/7) petang.
CEK: Anggota Polsek Kalibaru bersama anggota BPBD mengecek penyebab kebakaran di rumah milik Achmad Baihaki di Dusun Barurejo, Desa Kalibaru Manis, Kecamatan Kalibaru pada Selasa (4/7) petang.

KALIBARU, Jawa Pos Radar Genteng – Rumah milik Achmad Baihaki, 43, di Dusun Barurejo, Desa Kalibaru Manis, Kecamatan Kalibaru terbakar pada Selasa (4/7) sore. Tidak ada korban atas kejadian itu, saat kejadian korban bersama keluarganya sedang mengantar anaknya masuk ke pondok pesantren di Jember.

Dugaan sementara, api yang membakar habis kamar depan, teras, dan bagian atas rumah itu akibat korsleting listrik. “Diduga akibat kabel di stop kontak di kamar depan, tidak dicabut,” cetus anggota Pusdalops BPBD Banyuwangi, Mad Sholeh.

Menurut Sholeh, saat rumah itu terbakar hingga mengalami kerugian sekitar Rp 20 juta, pemilik rumah sedang pergi mengantar anaknya ke salah satu pondok pesantren yang ada di Jember. “Mungkin lupa tidak mencabut alat-alat elektronik di dalam rumah,” ujarnya.

Api yang membakar rumah itu, jelas dia, yang kali pertama melihat Abdul Mukid, 51, tetangga korban. Sekitar pukul 16.00, api mulai membakar di bagian kamar depan. “Saat itu saksi sedang melintas di depan rumah korban, api muncul di kamar depan,” katanya.

Saat Mukid berada di di depan rumah korban itu, jelas dia, apinya sudah mulai membesar dan mulai membakar bagian rumah lainnya. Pria paro baya itu langsung berteriak kebakaran, sambil minta bantuan warga untuk memadamkan. “Warga sudah berdatangan, pemilik rumah yang di Jember belum bisa dihubungi,” ungkapnya.

Warga yang berdatangan itu, jelas dia, ramai-ramai memadamkan api dengan peralatan seadanya. Relawan BPBD yang datang setelah nmendapat laporan, juga membaur dengan warga untuk memadamkan api. “Warga sudah terlalu sibuk memadamkan api, hingga tidak lapor ke petugas pemadam kebakaran (Damkar),” cetusnya.

Kapolsek Kalibaru, Iptu Yaman Adinata mengaku sudah mendatangi lokasi kebakaran dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). “Diduga akibat korsleting listrik,” katanya pada Jawa Pos Radar Genteng.

Dari hasil penyelidikan yang dilakukan, jelas dia, ada stop kontak di kamar depan yang tidak dicabut. Dan itu, yang memunculkan api dan membakar rumah tersebut. “Yang terbakar kamar depan bersama isinya dan atap bagian depan,” bebernya.(sas/abi)

Editor : Agus Baihaqi
#Rumah Terbakar #Stop Kontak #bpbd banyuwangi #pemadam kebakaran (damkar) #pondok pesantren #warga #Rumah #Memadamkan Api #kebakaran #Korsleting Listrik