RADAR SITUBONDO – Harga Jahe Gajah yang sempat anjlok kini sudah berangsur membaik. Saat ini, dipatok harga Rp 10 ribu perkilogram. Padahal, tiga bulan yang lalu hanya Rp 3 ribu perkilogram.
Pedagang jahe, Haris mengatakan, sejak harga jahe mulai mahal, petani dari luar kabupaten seperti Bondowoso banyak yang mendatangi tempatnya di Desa Landangan, Kecamatan Kapongan, Situbondo, untuk menjual jahe. “Yang jual banyak dari lereng Gunung Kawah Ijen, ada yang dari Cermee, Bondowoso, ada yang dari Desa Curahtatal, Kecamatan Arjasa,” kata Haris.
Dikatakan, saat harga jahe Rp 3 ribu perkg sangat jarang ada petani yang mendatangi tempatnya. Sekarang, dia bisa mendapatkan jahe hingga 30 ton dalam satu hari sejak harga jahe Rp 10 ribu perkg. “Tiap hari saya bisa dapat jahe sebanyak 20 hingga 30 ton. Tempat saya selalu full dengan jahe,” ungkap Haris.
Puluhan ton jahe tersebut, lanjut Haris, dikirim ke luar kota hingga luar negeri untuk kebutuhan bumbu. Dalam satu hari saja dia bisa mendatangkan lima truk kontainer untuk memperlancar pengirimannya kepada pemesan. “Yang pesan ada yang dari Bali, Jakarta, untuk saat ini saya mengirimkan ratusan ton ke Banglades dan Pakistan,” ujar Haris.
Jaja, salah satu petani bersyukur dengan harga jahe yang cukup mahal, meskipun tidak semahal dua tahun yang lalu hingga tembus Rp 100 ribu perkg. Yang jelas harga Rp 10 ribu per kg sudah membuat petani jahe dapat hasil. “Alhamdulillah sudah naik harga jahe, harga Rp 10 ribu sudah lumayan bagi petani jahe,” tutup jaja warga Dusun Mindi, Desa Curahtatal, Kecamatan Arjasa. (hum/pri)
Editor : Ali Sodiqin