Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Banyuwangi Diguyur Hujan Dua Hari, Warga Bantaran Kalilo Malah Bisa Tidur Nyenyak

Fredy Rizki Manunggal • Selasa, 4 Juli 2023 | 00:00 WIB
TAK SAMPAI MELUAP: Debit Sungai Kalilo di Lingkungan Kempon, Kelurahan Panderejo sempat naik akibat hujan selama dua hari, Minggu (2/7).
TAK SAMPAI MELUAP: Debit Sungai Kalilo di Lingkungan Kempon, Kelurahan Panderejo sempat naik akibat hujan selama dua hari, Minggu (2/7).

RadarBanyuwangi.id – Hujan lebat yang mengguyur kota Banyuwangi selama dua hari berturut-turut tidak berdampak terhadap Sungai Kalilo. Debit air tidak sampai meluap meski intensitas hujan cukup tinggi. Ini karena sedimentasi Kalilo sudah tertangani dengan baik. Lumpur dan pasir sungai diangkat pakai bachoe oleh Dinas PU Pengairan beberapa waktu lalu.

Dengan demikian potensi air sungai meluap sangat kecil karena air begitu lancar mengalir menuju muara Boom. Warga yang tinggal di bantaran sungai yang sebelumnya selalu dibayangi banjir, kini bisa tidur nyenyak.   

Sekadar diketahui, beberapa waktu lalu Dinas PU Pengairan, Jawa Pos Radar Banyuwangi, BPBD, dan elemen lain melaksanakan Ekspedisi Susur Sungai Kalilo (Susuka). Ekspedisi selama sepekan ini menyusuri Kalilo dari hilir sampai hulu. Hasil rekomendasi Susuka dipaparkan di hadapan Bupati Ipuk Fiestiadani untuk selanjutnya ditindaklanjuti dengan action di lapangan. Langkah awal adalah mengeruk sedimentasi Kalilo hingga ke muara Boom.

Pantauan Jawa Pos Radar Banyuwangi, beberapa titik yang selama ini menjadi langganan banjir terlihat aman. Lingkungan Krajan, Kelurahan Kepatihan yang berbatasan dengan Kelurahan Panderejo terlihat kering. Hanya ada genangan air yang muncul karena hujan. Selanjutnya di Lingkungan Lebak, Kelurahan Tukang Kayu, kondisinya sama. Kawasan yang selama ini menjadi langganan luapan banjir Kaliko terlihat kering.

Warga masih terlihat beraktivitas di sekitar tempat tinggal mereka. Di sekitar muara Kalilo, Lingkungan Kampung Ujung, Kelurahan Kepatihan, warga tampak beraktivitas normal. Tidak ada kegiatan pembersihan lingkungan yang biasanya dilakukan setelah hujan lebat dan banjir. Kondisi sungai juga tampak lancar, air mengalir langsung ke muara sungai yang masuk ke area pantai Marina Boom.

Salah satu warga Lingkungan Kampung Ujung, Siti Mariyam ,73, mengatakan, kondisi lingkunganya tak lagi banjir seperti sebelumnya. Biasanya jika terjadi hujan lebat seharian, bisa dipastikan air sungai Kalilo meluap dan masuk ke permukiman warga. Namun, setelah pengerukan lumpur dilakukan oleh Dinas PU Pengairan sejak Februari 2023 lalu, tidak ada lagi luapan air yang sampai masuk ke rumahnya.

"Airnya sekarang langsung mengalir ke timur (muara Boom). Tidak sampai meluap. Biasanya, air naik melewati plengsengan, terus masuk ke rumah warga," ucap Mariyam.

Hujan yang turun sejak Jumat malam (30/6), menurut Mariyam, sempat menaikan debit air Sungai KalilLo. Dari pengamatannya, ketinggian debit air masih cukup aman.

Tidak sampai menyentuh pinggiran tangkis atau plengsengan yang membatasi sungai dengan Lingkungan Kampung Ujung. "Warga yang tinggal di dekat muara juga aman, soalnya pengerukanya paling dalam. Saya tidak khawatir lagi kalau debit Kalilo naik,’’ ujarnya.

Warga Lingkungan Kampung Ujung Lainya, Bowo menambahkan, hujan dua hari berturut-turut tidak sampai mengakibatkan banjir. Meski debit air tetap naik, tidak sampai melewati plengsengan. Meski demikian, Bowo mengaku tetap waswas jika terjadi hujan deras cukup lama. Apalagi, di dekat tempat tinggalnya, sekitar 50 meter dari jembatan Continental, pengerukan tidak terlalu dalam.

"Untuk saat ini aman, tidak ada luapan air. Cuma saya lihat pengerukan di dekat rumah  belum terlalu dalam. Saya khawatir kalau tidak dikeruk lagi bisa masuk ke rumah," kata Bowo.

Made, salah satu warga Lingkungan Lebak, Kelurahan Tukangkayu mengatakan, kawasan tempat tinggalnya yang biasanya menjadi tempat langganan banjir, kali ini benar-benar aman. Posisi permukiman warga yang berada di bawah ketinggian plengsengan biasanya selalu terdampak luapan sungai Kalilo. "Aman, tidak ada banjir sama sekali. Padahal  biasanya kalau hujan lama, air selalu meluap," kata Made.

Di menambahkan, sudah ada rencana pembangunan tiga pintu air di Lingkungan Lebak. Jika proyek tersebut terlaksana, Made yakin kondisi Lingkungn Lebak akan semakin aman dari potensi luapan banjir. "Rencananya ada tiga atau empat pintu. Semuanya di titik-titik yang memang selama ini rawan terdampak luapan banjir," tandasnya. (fre/aif)

Editor : Ali Sodiqin
#boom #susur sungai #Kalilo #kampung ujung #hujan #banyuwangi