RADAR SITUBONDO – Polisi menemukan dugaan penganiayaan di tubuh almarhum Awaluddin Romadani, remaja 16 tahun yang ditemukan tewas di semak-semak jalan menuju Pantai Tampora, Desa Kalianget, Kecamatan Banyuglugur, Situbondo, Selasa lalu (27/6). Hal itu disampaikan Kasihumas Polres Situbondo Iptu Ahmat Sutrisno setelah tim Inafis Polres melakukan pemeriksaan.
Sutrisno mengatakan, warga asal Kampung Melayu, Kelurahan/Kecamatan Kraksaan, Probolinggo, itu diduga kuat merupakan korban penganiayaan. Terbukti, setelah tim medis Rumah Sakit dr Abdoer Rahem Situbondo dengan tim Inafis Polres Situbondo melakukan pemeriksaan luar, ditemukan sejumlah luka di badan remaja yang akrab disapa Dani itu.
”Tim Inafis menemukan ada tujuh luka bacok di kepala dan dahi Dani. Dari pemeriksaan juga ditemukan luka sayatan benda tajam di bagian paha kanan Dani,” ungkap Sutrisno, Kamis (29/6).
Dari sejumlah luka yang ditemukan, pihaknya belum mengetahui secara pasti motif dugaan pembunuhan yang menimpa Dani. Untuk memastikan penyebab kematian Dani, pihaknya masih menunggu hasil otopsi dari tim medis. ”Otopsi sudah dilakukan hari Rabu. Untuk hasilnya masih menunggu,” kata Sutrisno.
Untuk mengungkap kematian Dani, polisi terus melakukan proses penyelidikan dan sudah berkoordinasi dengan keluarga Dani. Setidaknya, pihak keluarga Dani bisa memberikan data atau petunjuk awal kepada polisi guna mempercepat proses penyelidikan.
”Kami masih melakukan proses penyelidikan, kami juga sudah bekerja sama dengan pihak keluarga untuk menemui sejumlah saksi yang nimbrung dengan Dani sebelum diketahui meninggal,” tegas Sutrisno.
Informasi yang dihimpun koran ini, Dani tidak memiliki musuh atau persoalan dengan teman-temannya. Yang jelas, Dani dikenal sebagai sosok yang pendiam dan belum pernah diketahui bertengkar dengan temannya.
”Yang saya tahu, Dani tidak punya musuh. Saya juga tidak mendengar kalau adik saya permasalahan dengan teman-temannya,” kata Mamat, kakak sambung Dani. (hum/pri/c1)
Editor : Ali Sodiqin