RADAR SITUBONDO – Jenazah yang ditemukan tergeletak di semak-semak jalan menuju Pantai Tampora, Desa Kalianget, Kecamatan Banyuglugur, Kabupaten Situbondo, ternyata warga Kampung Melayu, Kelurahan/Kecamatan Kraksaan, Probolinggo.
Rabu (28/6) sekitar pukul 11.20, Rubaiya, ibu kandung almarhum Awalauddin Romadani, 16, menjemput jenazah ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdoer Rahem Situbondo.
Keluarga almarhum datang setelah melihat posting-an adanya penemuan mayat di media sosial (medsos). Pihak keluarga sudah mencari almarhum selama dua hari. Keluarga terus memantau setiap perkembangan informasi, termasuk saat ada kabar mengenai penemuan mayat.
”Yang melihat di medsos pertama kali adalah saya. Pas saya lihat kok ciri-cirinya mirip dengan adik saya, akhirnya saya bilang ke ibu,” ujar Mamat, kakak sambung Dani.
Mamat mengatakan, awalnya dirinya belum meyakini jika mayat yang mengenakan jaket warna hitam itu adalah adiknya. Sebab, dia belum melihat wajah dan badannya secara langsung.
”Saya melihat posting-an medsos sekira pukul 21.00. Habis itu langsung ke kantor Polsek Banyuglugur, pulang lagi jemput ibu dan sekarang (kemarin) langsung datang ke RSUD,” kata Mamat.
Sebelum melihat jenazah Dani, Mamat diajak oleh tim Inafis Polres Situbondo untuk melihat pakaian Dani terlebih dahulu. Alasannya, jenazah Dani sudah membengkak dan sulit dikenali.
”Saya yakin mayat itu adalah adik saya, karena celana yang dipakai pinjam milik saya, jaketnya juga dibelikan ibu, dan saya kenal juga dengan kaus yang dipakai adik saya,” tegas Mamat.
Berikutnya, Mamat mewakili sang ibu yang sudah tidak berdaya melihat anaknya meninggal dalam kondisi mengenaskan. Dia menandatangani surat penerimaan jenazah dari tim Inafis Polres Pitubondo. Jenazah kemudian dibawa pulang menggunakan ambulans RSUD.
”Adik saya mau langsung dibawa, nanti disalatkan di rumah, habis itu dimakamkan di TPU (tempat pemakaman umum) dekat rumah,” tutur Mamat sambil mengusap air matanya.
Lebih jauh Mamat menceritakan, Dani merupakan anak pendiam. Dia tidak pernah menginap di rumah temannya setiap keluar dari rumah. ”Semalam apa pun Dani pasti pulang, tidak pernah bermalam di luar rumah,” ucap Mamat
Almarhum Dani, juga tidak pernah menonaktifkan ponselnya. Bahkan, ketika tidak memiliki kuota internet dia pasti numpang hotspot ke temannya. Hanya saja sejak malam Minggu, Dani tidak pulang dan tidak bisa dihubungi. Baik melalui WhatsApp maupun telepon seluler. ”Kami sudah menghubungi sejak malam Minggu dan juga mencarinya. Tapi tidak satu pun teman-temannya yang tahu,” pungkas Mamat. (hum/pri/c1)
Editor : Ali Sodiqin