Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Hewan Kurban Dinyatakan Sehat Semua, No PMK

Dedy Jumhardiyanto • Jumat, 30 Juni 2023 | 15:18 WIB

KOMPAK: Ibu-ibu yang tergabung dalam panitia kurban Masjid Al Furqon, Lingkungan Baluk, Kelurahan Kebalanen memotong daging untuk dibagikan kepada yang berhak menerima
KOMPAK: Ibu-ibu yang tergabung dalam panitia kurban Masjid Al Furqon, Lingkungan Baluk, Kelurahan Kebalanen memotong daging untuk dibagikan kepada yang berhak menerima
BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Petugas kesehatan hewan dari Dinas Pertanian dan Pangan (Disperta-Pangan) Banyuwangi tidak menemukan penyakit hewan menular strategis (PHMS) kemarin (29/6). Meski saat ini masih ada wabah penularan penyakit pada hewan seperti penyakit mulut dan kuku (PMK) dan lumpy skin disease (LSD), namun di Banyuwangi tidak ditemukan adanya PHMS.

”Secara umum pelaksanaan penyembelihan hewan kurban masih aman dan cukup baik,” ungkap Plh Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi drh Nanang Sugiharto.

Menurut Nanang, sepekan jelang Idul Adha, pihaknya telah melakukan pemeriksaan untuk memastikan seluruh hewan kurban yang beredar di Banyuwangi dalam kondisi sehat. Pemeriksaan dilakukan dengan pengecekan antemortem, yakni sebelum hewan kurban disembelih.

Selain itu, petugas kesehatan hewan juga melakukan pengecekan postmortem, yakni setelah ternak disembelih di beberapa pos penyembelihan ternak kurban. Hanya saja, pihaknya masih kesulitan untuk mencari titik-titik penyembelihan ternak kurban.

”Ke depan kami mohon untuk panitia kurban bisa melapor atau memberitahukan titik-titik penyembelihan ternak kurban sebelum disembelih. Karena petugas kami juga muter-muter mencari titik penyembelihan kurban di beberapa desa dan kecamatan,” ucap Nanang.

Pemeriksaan antemortem dan postmortem saat Lebaran Kurban dilakukan oleh ratusan petugas gabungan. Anggota perhimpunan dokter hewan serta mahasiswa dan pengajar di Universitas Airlangga juga ikut terlibat.

Jika panitia pelaksana penyembelihan hewan kurban lebih dulu melapor kepada petugas, maka dapat dicek kesehatan hewan (keswan) dan produk bahan asal hewan (BAH) kurban yang disembelih. ”Jika melapor, maka memudahkan dan mengoptimalkan petugas dalam melakukan pengawasan,” terangnya.

Dari hasil pemeriksaan postmortem, kata Nanang, masih ada ternak-ternak yang menderita penyakit distomatosis (cacing hati) sehingga hati hewan tersebut harus diafkir. ”Akan tetapi, secara umum produk bahan asal hewan dalam keadaan aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH),” tandasnya.

Sementara itu, salat Idul Adha berlangsung di semua masjid. Mayoritas warga Banyuwangi melaksanakan salat Id pada hari Kamis (29/6). Khotbah dan tausiah Idul Adha di majelis taklim Baitul Jannah, Desa Banjarsari, dirangkai dengan  penyembelihan hewan kurban berupa 8 ekor sapi dan 8 ekor kambing oleh PC LDII Kecamatan Glagah. ”Alhamdulillah, penyembelihan dan pembagian daging kurban berjalan lancar,” kata Hariadji Sugito, penasihat LDII Banyuwangi.

Editor : Syaifuddin Mahmud
#idul adha #mulut dan kuku #pmk #Dinas pertanian banyuwangi