GENTENG, Jawa Pos Radar Genteng - Warga Dusun Jalen 1, Desa Setail, Kecamatan Genteng Geger, Senin (26/6) siang. Salah satu warga di perkampungan padat penduduk itu, menemukan bayi prematur berkelamin perempuan yang sudah meninggal di bawah pohon bambu dekat sungai.
Bayi yang diperkirakan masih berusia enam bulan di dalam kandungan itu, ditemukan warga terbungkus kantong plastik atau kresek dan dikubur dengan kedalaman 20 centimeter. “Saya pulang dari sawah dan lewat situ (lokasi penemuan bayi), banyak cabai yang dibuang di bawah pohon bambu,” kata Warsino, 50, yang menemukan mayat bayi.
Warsini yang rumahnya tidak jauh dari lokasi penemuan itu awalnya langsung masuk ke rumah untuk istirahat. Tapi karena punya perasaan tidak enak, ia kembali ke lokasi pinggir sungai itu. “Di situ ada orang buang cabai, cabainya bagus-bagus. Saya balik lagi dan ambil cabainya,” ujarnya.
Saat kembali ke pinggir sungai untuk mengambil cabai itu, Warsini curiga lantaran banyak lalat mengerubungi gundukan tanah di dekat tumpukan cabai. “Saat saya buka gundukannya, ternyata ada kantong plastik dan kain mori. Di dalamnya ada bayi yang masih ada ari-arinya,” ungkapnya.
Melihat ada bayi yang sudah meninggal, Warsini langsung berteriak dan memanggil warga. Ia juga melapor pada ketua RW agar meneruskan pada kepolisian. "Warga langsung banyak yang datang, polisi juga datang dan mengambil bayi,” ujarnya.
Mayat bayi berkelamin perempuan itu, oleh anggota Polsek Genteng dibawa ke RSUD Genteng untuk menjalani pemeriksaan. “Bayi itu diperkirakan prematur, karena masih berumur sekitar enam bulan,” ucap dokter jaga UGD RSUD Genteng, dr Junaidi Malik.
Menurut Junaidi, bayi bernasib malang itu diperkirakan sudah meninggal sebelum dilahirkan. Hanya saja, ia tidak bisa memastikan proses pasti kelahiran bayi tersebut. “Entah ada paksakan atau tidak, kami tidak bisa memastikan, karena harus ada pemeriksaan lebih lanjut,” ungkapnya seraya menyebut ari-ari bayi dipotong dengan asal-asalan.
Kapolsek Genteng, Kompol Sudarmaji menyampaikan sedang melakukan penyelidikan dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi. “Kami berkomitmen untuk mengungkap orang tua bayi yang diduga membuang bayi malang itu,” katanya.(sas/abi)
Editor : Agus Baihaqi