SINGOJURUH, Jawa Pos Radar genteng- Hari Raya Idul Adha, pedagang hewan kurban tidak hanya memadati pasar hewan. Mereka juga banyak yang membuka lapak di tepi jalan raya, terutama penjual hewan jenis kambing. Salah satunya di jalan raya Dusun Gombol, Desa Benelan Kidul, Kecamatan Singojuruh.
Di lokasi itu ada sekitar 30 ekor kambing lokal dijual untuk keperluan kurban pada Hari Raya Idul Adha. “Sudah mulai jualan di tepi jalan karena Idul Adha sudah dekat,” kata salah satu pedagang kambing, Slamet, 50, warga Dusun Cantuk Kidul, Desa Cantuk, Kecamatan Singojuruh Jumat (23/6).
Slamet mengaku sudah lebih dari 15 tahun jualan kambing kurban di tempat itu. Sebelum jalan di tempatnya ini ramai warung, setiap mendekati Lebaran Kurban sudah buka lapak untuk kambing kurban. “Setiap tahun jualan kambing di sini,” ujarnya.
Lima hari pertama jualan kambing di tepi jalan, terang bapak tiga anak itu, jumlah pembeli masih relatif sepi. Biasanya, pembeli akan mulai ramai pada tiga hari sebelum Lebaran. “Biasanya orang itu membeli kambing mendekati Idul Adha,” terangnya.
Slamet mengaku, selama lima hari jualan kambing ini, sudah ada sepuluh kambing dagangannya yang laku terjual. Pembeli itu pelanggan dari Kecamatan Rogojampi dan Singojuruh. “Yang beli orang sekitar sini saja,” cetusnya pada Jawa Pos Radar Genteng.
Ditanya harga kambing, Slamet menyebut untuk harga bervariasi mulai Rp 2,5 juta hingga Rp 4 juta. Dan harga ituy, biasanya masih ada yang menawar. “Harga ini tergantung bobot kambing,” ungkapnya seraya menyebut semakin banyak dan bagus dagingnya, harga kambing semakin mahal.
Pembeli kambing, terang dia, saat membeli bisa dibawa pulang sendiri atau diantar saat Hari Raya Idul Adha. “Kebanyakan minta dikirim langsung saat Idul Adha, jadi yang sudah laku diberi tanda di bagian tubuhnya,” ujarnya.
Untuk pemeriksaan kesehatan hewan kurban? Slamet mengungkapkan pada Kamis (22/6) siang, lapaknya dikunjungi petugas dari Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertanpan) Banyuwangi. “Mereka memeriksa semua kambing yang saya jual,” ungkapnya.
Dari hasil pemeriksaan itu, lanjut dia, seluruh kambingnya dinyatakan dalam kondisi sehat dan layak jual. Ia juga diberi sertifikat. ‘Sertifikatnya saya pasang di depan lapak, agar calon pembeli melihat dan yakin dengan kondisi kambing di sini,” terangnya.(gas/abi)
Editor : Agus Baihaqi