GAMBIRAN, Jawa Pos Radar Genteng – Ban mobil yang gundul atau halus kerap menimbulkan masalah. Daya cengkramnya menurun, sehingga menyebabkan selip dan tergelincir saat melintasi jalan berpasir atau basah.
Itu dianggap sebagai peluang bagi Hendra Wahyudi, 40, warga Dusun Jatisari, Desa Wringinagung, Kecamatan Gambiran. Pria yang setiap harinya membuka usaha tambal ban itu, menerima jasa ukir ban halus. “Sudah sepuluh tahun buka usaha ini,” kata Hendra Wahyudi, Kamis (22/6).
Hendra mengaku awalnya hanya membuka usaha tambal ban dan tambah angin. Saat usahanya menurun, terpikir untuk tambah jasa saat ngobrol dengan sopir yang mampir di bengkelnya. “Sopir itu bilang ban mobilnya halus,” ujarnya.
Teknik mengukir ban yang dilakukan Hendra, dipelajari secara otodidak. Mulanya mencoba pakai ban bekas yang ada di bengkelnya. “Caranya ngukir ban ya ikut pola pada ban yang akan diukir,” terangnya.
Setelah berhasil dalam percobaannya, Hendra menawarkan hasil ukiran bannya kepada sejumlah sopir yang selama ini menjadi pelanggannya. “Ternyata banyak yang tertarik dan minta bannyak diukir,” katanya pada Jawa Pos Radar Genteng.
Hendra mengukir ban dengan alat sederhana yang dibuat sendiri. Peralatan itu seperti silet yang dicapit dengan dua gagang kayu. “Dua gagang kayu itu dililit pakai ban dalam bekas, biar pegangannya lebih enak,” ujarnya.
Jasa ukir ban yang ditawarkan Hendra biayanya cukup murah, antara Rp 10 ribu hingga Rp 50 ribu per ban. Harga itu sesuai tingkat kesulitan saat mengukir. Semakin rumit pola dan keras bannya, maka semakin mahal tarifnya. “Alhamdulillah, bisa nambah hidup,” ungkapnya.
Untuk mengukir satu ban mobil, tidak membutuhkan waktu yang lama. Satu ban rata-rata antara lima hingga sepuluh menit. “Kalau yang diukir empat ban, paling lama sekitar 40 menit,” jelasnya.
Hendra mengaku pelanggan biasanya mencari jasanya hanya untuk sementara waktu, sambil menunggu ada uang untuk membeli ban baru. “Kalau ban terus-terusan diukir, lama-lama akan habis dan risiko pecah di jalan,” katanya.(gas/abi)
Editor : Agus Baihaqi