KALIBARU, Jawa Pos Radar Genteng - Nasib naas menimpa Senima, 64, asal Dusun Krajan, Desa Kalibaru Kulon, Kecamatan Kalibaru. Nenek itu tewas setelah disambar Kereta Api (KA) Tawang Alun di petak jalan Mrawan, tepatnya di Dusun Barurejo, Desa Kalibaru Manis, Kecamatan Kalibaru pada Rabu (21/6) sekitar pukul 22.15.
Senima tewas di lokasi kejadian setelah terhempas dari rel lantaran ditenggol KA jurusan Malang – Banyuwangi. “Korban mengalami luka di kepala, tangan, dan kaki,” kata Kapolsek Kalibaru, Iptu Yaman Adinata pada Jawa Pos Radar Genteng, Kamis (22/6).
Menurut Yaman, kecelakaan itu bermula saat korban jalan-jalan di sekitar rel KA. Dan itu, sempat diketahui masinis KA Tawang Alun yang saat itu meluncur dari arah barat. “Lokasinya itu di kilometer 32 + 5/6, masinis mengaku sudah melihat korban jalan ke arah timur,” katanya.
Melihat ada orang berjalan di dekat rel KA< jelas dia, masinis mencoba membunyikan sirine beberapa kali. Tapi, nenek itu tetap berjalan di sekitar rel. “Meski sudah diklakson, (korban) tidak menyelamatkan diri dengan minggir,” ungkapnya.
Makanya, lanjut dia, saat KA melintas, nenek itu kesenggol dan langsung terhempas ke semak-semak. Masinis mengabari petugas KAI dan meneruskan informasi itu ke polsek. “Kami langsung mendatangi lokasi dan mengecek korban,” ucapnya.
Yaman mengaku saat tiba di lokasi, korban sudah meninggal. Untuk keperluan pemeriksaan, jenazahnya dibawa ke RSU Bhakti Husada, Krikilan, Kecamatan Glenmore. “Kita bawa ke rumah sakit karena saat itu tidak diketahui identitas dan anggota keluarganya,” ujarnya.
Tapi setelah koordinasi dengan perangkat desa setempat, Kapolsek menyampaikan identitas dan keluarga korban bisa terlacak. “Korban langsung diambil oleh keluarganya dan dimakamkan,” katanya.
Ditanya korban bisa sampai di lokasi kejadian, Yaman mengaku masih mendalami. Dari keterangan keluarga, Senima kerap bepergian. “Kami masih minta keterangan sejumlah saksi, korban memang sudah sepuh,” pungkasnya.(sas/abi)
Editor : Agus Baihaqi