Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Bagaimana Ini? Ditemukan ODGJ dari Bandung dan Jakarta di Wilayah Kecamatan Genteng

Salis Ali Muhyidin • Kamis, 22 Juni 2023 | 21:00 WIB
KELIARAN: Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) berkeliaran di jalanan sekitar Kecamatan Genteng, Rabu (21/6).
KELIARAN: Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) berkeliaran di jalanan sekitar Kecamatan Genteng, Rabu (21/6).

GENTENG, Jawa Pos Radar Genteng – Wilayah Kecamatan Genteng, memang menjadi salah satu wilyah paling sibuk di Kabupaten Banyuwangi. Selaras dengan itu, wilayah Genteng rupanya menjadi daerah dengan eksistensi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang terbilang banyak. Malahan, Kecamatan Genteng -ODGJ dari luar daerah, Rabu (21/6).

Pengurus Pondok Kasih Banyuwangi Waras yang biasa menampung ODGJ untuk disembuhkan, Rachel, Tamaka, 59, asal Dusun Tegalpare, Desa Wringinputih, Kecamatan Muncar mengatakan, ia banyak mengevakuasi ODGJ dari wilayah Kecamatan Genteng. “Selain dari wilayah Kecamatan Muncar, saya juga biasa ambil dari wilayah Kecamatan Genteng juga,” katanya pada Jawa Pos Radar Genteng.

Menurutnya, ODGJ yang ia bawa ke tempatnya untuk disembuhkan itu, kebanyakan bukan berasal dari wilayah Kecamatan Genteng. Banyak dari mereka yang berasal dari luar kabupaten Banyuwangi. “Kebanyakan sih malah buangan ya, ada yang dari Bandung dan Jakarta juga malah, itu diketahui setelah kami cari tau alamat keluarganya,” ujarnya.

Rachel yang sudah membuka yayasan tersebut sejak 2011 tersebut mengungkapkan, fakta tersebut diperkuat dari pengakuan ODGJ tersebut saat ditanya olehnya. “Saat sudah bisa diajak komunikasi, biasanya saya tanya kenapa ada di Genteng atau Muncar, mereka bilang kalau dibawa naik truk, dan diturunkan dan katanya akan dijemput lagi. Berarti kan memang dibuang,” ungkapnya.

Hal ini yang membuat keberadaan ODGJ tanpa keluarga dan dianggap membuat kumuh suatu daerah ini sulit diberantas. “Kadang Dinsos Banyuwangi saja kirim ke tempat kami karena di (RSJ) Licin penuh,” ucapnya seraya menyebut di tempat penampungannya juga sudah penuh saat ini.

Senada dengan Rachel, Koordinator Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) BKO V, Genteng, Masruri menyampaikan jika penindakan ODGJ di wilayah hukumnya memang sulit dilakukan lantaran banyaknya ODGJ kiriman tersebut. “Setiap kali kami mengamankan ODGJ yang meresahkan warga, akan ada ODGJ lain yang datang,” ucapnya.

Hal itu, terang dia, membuat petugas kerap keteteran dalam melakukan penindakan. “ODGJ yang keliaran kebanyakan tidak ada keluarganya. Tapi untuk ODGJ yang masih punya keluarga di sini, kami memiliki data dan selalu kami pantau,” pungkasnya. (sas) 

Editor : Agus Baihaqi
#orang dengan gangguan jiwa #Kecamatan Genteng #pengurus Pondok Pesantren #kabupaten banyuwangi #jakarta #kecamatan muncar #bandung #ODGJ