BANGOREJO, Jawa Pos Radar Genteng – Rumah yang disewa Hendra Yulianto, 29, untuk bengkel di Dusun Krajan, Desa Sukorejo, Kecamatan Bangorejo ludes terbakar, Rabu (21/6) sekitar pukul 16.00. Tidak da korban jiwa, tapi semua barang yang ada di rumah dan bengkel habis dilahap si jago merah.
Akibat kebakaran itu, korban mengalami kerugian sekitar Rp 250 juta. Selain rumah dan bengkel habis terbakar, motor Honda Vario, Suzuki Satria, dan perelatan bengkel yang ada di bengkel ikut terbakar. “Kebakaran akibat korsleting listrik di ruang tamu,” cetus Koordinator Pemadam Kebakaran (Damkar) Genteng, Sutikno.
Menurut Sutikno, saat kebakaran kondisi rumah dan bengkel sedang kosong. Hendra selaku pemilik, sejak pukul 14.00 pergi. Baru pada pukul 16.00, pemilik bengkel itu pulang dan melihat api sudah membesar. “Korban buka pintu rumah, api sudah membesar,” jelasnya.
Melihat api membakar rumahnya, Hendra tetap nekat masuk untuk mengambil barang-barang berharganya. Selanjutnya keluar sambil teriak minta tolong. “Warga berdatangan untuk memadamkan api dengan peralatan seadanya, tapi api terus membesar,” jelasnya.
Sutiko mengaku mendapat laporan ada rumah yang terbakar itu sekitar pukul 16.30. Dari laporan itu, anggotanya langsung meluncur bersama petugas damkar dari Kecamatan Srono. “Kita datang langsung memadamkan api, dua unit mobil damkar kita turunkan,” ungkapnya.
Untuk memadamkan api, petugas damkar harus berjibaku menghadapi api yang terus membesar itu. Upaya ini tidak sia-sia, api akhirnya berhasil dijinakkan sekitar pukul 18.20. “Pemadaman selesai sekitar pukul 18.20,” katanya.
Menurut Sutikno, saat api berhasil dipadamkan itu semua barang yang ada di rumah dan bengkel ludes terbakar. Di bengkel ada motor Honda Vario dan motor Suzuki Satria yang juga ikut terbakar. “Semua alat-alat perbengkelan habis terbakar,” ungkapnya.
Sutikno mengaku pemadaman terhambat oleh jalan menuju lokasi banyak yang diturup karena ada proyek pengecoran jalan. “Kami ke lokasi harus berputar, jalannya sedang diperbaiki dengan dicor,” dalihnya.(sas/abi)
Editor : Agus Baihaqi