SRONO, Jawa Pos Radar Genteng – Tiga hari menghilang, Aris, 44, asal Dusun Krajan Baru, Desa Wonosobo, Kecamatan Srono, ditemukan warga dengan kondisi sudah meninggal di kebun kelapa yang berjarak sekitar 200 meter dari rumahnya, Selasa (20/6).
Keluarga dan warga yang sempat melakukan pencarian pada korban yang pamitan akan mencari sarang tawon itu, hanya menemukan sepeda dayung warna biru dan sandalnya. “Sabtu (17/6) petang, Mas Aris pamit mengambil sarang tawon di kebun barat rumah,” ujar Suliyani, 40, istri Aris, Selasa (20/6).
Tapi anehnya, hingga malam Aris tidak kunjung pulang. Suliyani yang khawatir keberadaan suaminya, nekat mencari di sekitar kebun kelapa. “Saya cari di sepanjang jalan menuju kebun tidak ketemu,” katanya.
Setelah lebih dari 24 jam tidak ada kabar, keluarga Aris melaporkan kejadian itu ke perangkat Desa Wonosobo. Dari laporan itu, warga, perangkat desa, Babinsa dan Bhabinkamtibmas ramai-rami mencari. “Mencari bersama itu menemukan sepeda dan sandalnya,” ujarnya.
Temuan sepeda dan sandal milik Aris itu, membuat warga heran dan penasaran. Mereka menduga korban yang hilang itu disembunyikan oleh makhluk halus. “Segala upaya dilakukan keluarga dan warga, termasuk tanya ke ahli spiritual,” terang Suliyani.
Menurut Suliyani, di lokasi tempat suaminya mencari sarang tawon itu, dikenal wingit atau angker. Selama ini, tidak semua orang berani memasuki daerah itu. “Mulai Minggu (18/6) sampai Senin (19/6), warga terus mencari, tapi tidak ketemu,” ungkapnya.
Karena ada yang percaya Aris disembunyikan makhluk halus, jelas dia, warga saat melakukan pencarian itu sambil menabuh parabot alat dapur. “Ada yang percaya kalau mendengar bunyi-bunyian begini (perabotan alat dapur), Mas Aris bisa keluar,” ujarnya.
Sekretaris Desa (Sekdes) Wonosobo Rudi Siliworo Putro mengatakan, keberadaan Aris ditemukan warga pada Selasa (20/6) sekitar pukul 10.00. “Ditemukan warga dengan kondisi sudah meninggal,” katanya pada Jawa Pos Radar Genteng.
Setelah dilakukan pemeriksaan oleh petugas medis dan polsek, jenazah korban langsung dibawa ke rumahnya untuk dimandikan dan dimakamkan. “Dimakamkan sekitar pukul 13.00 di TPU Dusun Krajan Baru, Desa Wonosobo,” katanya.(gas/abi)
Editor : Agus Baihaqi