GAMBIRAN, Jawa Pos Radar Genteng – Kelangkaan pasokan gas elpiji tiga kilogram, mulai berdampak ke usaha warung. Sejumlah pemilik warung makan mulai kerepotan dan harus memutar otak agar usahanya itu bisa tetap berjalan, Jumat (16/6).
Salah satu usaha warung makan yang terdampak itu milik Wagiyem, 60, di Dusun Petahunan, Desa Jajag, Kecamatan Gambiran. Sudah sepekan ini bingung cari gas elpiji melon karena disejumlah toko stoknya habis. “Saya butuh banyak untuk masak,” katanya.
Untuk usaha warung makan, Wagiyem mengaku membutuhkan sekitar sembilan kilogram atau tiga tabung gas elpiji melon. Ia beli yang berukuran tiga kilogram dan bersubsidi, karena tabung yang besar mahal. “Kalau beli tabung yang besar tidak nutut,” dalihnya.
Wagiyem menyebut toko-toko di sekitar tempatnya jualan sudah mulai kehabisan stok. Sehingga, harus memutar otak agar tetap bisa memasak tanpa harus mengandalkan gas elpiji. “Akhirnya dibantu pakai kayu bakar,” cetusnya.
Di dapur warung makan milik Wagiyem, ada tungku kecil yang dulu pernah digunakan untuk memasak. Tungku itu, kini kembali dipakai setelah gas elpiji mulai langka. “Beruntung masih bisa pakai kayu bakar,” katanya.
Selain sudah mulai kehabisan stok, Wagiyem mengatakan ada syarat baru yang ditetapkan toko untuk bisa membeli tabung gas melon itu. “Kalau mau beli gas harus menyerahkan foto kopi KTP, sekarang malah jadi repot,” ujarnya.
Meski sudah menemukan solusi untuk menyiasati kelangkaan gas elpiji, Wagiyem tetap berharap stok gas elpiji melon kembali normal. “Mudah-mudahan stoknya kembali normal, agar bisa melanjutkan usaha warung ini,” harapnya.
Sementara itu, kelangkaan gas melon ini juga erjadi di Desa Tapanrejo, Kecamatan Muncar. Pemilik warung di desa ini, juga kerepotan karena sulitnya mendapatkan gas elpiji melon. “Di sini gas elpiji juga sulit,” cetus Sunarti, 48, pemilik warung makan di Dusun Krajan, Desa Tapanrejo, Kecamatan Muncar.
Sunarti menyebut kelangkaan gas elpiji tiga kilogram itu terjadi sejak seminggu lalu. Kiriman dari agen terlambat hingga stok di toko habis. “Gas elpiji di toko-toko banyak yang habis, kirimannya telat,” pungkasnya.(gas/abi)
Editor : Agus Baihaqi